KYAI LUTHFI GHOZALI MENGHINA RASULULLAH

Untitled

Sungguh tak bisa dibayangkan apabila perjalanan Isra’ Mi’raj yang Rasulullah jalankan merupakan perjalanan tidak dialam sadar melainkan antara alam sadar dan tidak sadar seperti penghinaan Kyai Muhammad Luthfi Ghozali ini, karena jika hal itu yang terjadi maka perjalanan Isra’ Mi’raj bisa dicemo’oh dan dihinakan hanya halusinasi saja. Sehingga peristiwa Isra’ Mi’raj tidak bisa dijadikan pembuktian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sepulangnya Rasulullah dari perjalanan Isra’ dan Mi’raj-nya, beliau mengumumkan tentang apa yang telah dialaminya semalam kepada kaumnya denga  kesadaran penuh. Dan sebagaimana yang diceritakan oleh Rasulullah bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj tersebut sebuah perjalanan yang dilakukannya dengan jiwa dan ruhnya dan dalam keadaan 100% sadar dan sehat.

Apalagi hinaannya ini tanpa disadari oleh pendapat dan penjelasan ulama melainkan hanya didasari hawa nafsunya sendiri.

Hati hati dengan Kyai Sesat ini mulutnya berbisa dan umat islam awam bisa disesatkannya

KYAI MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI TERINDIKASI SYI’AH DAN KELOMPOK JIL

11014753_10204572404252083_1408881674333924935_n

11666117_10204572602297034_5044695228299136304_n

SILAHKAN LIHAT DI https://www.facebook.com/malfiali/posts/10204820706219654

Perhatikanlah sekarang Jaringan Islam Liberal sedang berkamuflase berganti nama menjadi Jaringan Islam Nusantara, yang mengkampanyekan islam nusantara yang DITENTANG oleh para Kyai NU sendiri dan Kyai Muhammad Luthfi Ghozali ternyata mengkampanyekan Islam Nusantara lihat di http://www.nugarislurus.com/2015/07/para-tokoh-dan-kiai-nu-ini-menentang-islam-nusantara-jadi-tema-muktamar.html

KENAPA DZIKIR SUFI MENGUNDANG JIN ?

dzkikir sufi

Ritual sufi banyak mengundang jin hingga mengakibatkan kesurupan bahkan banyak yang menjadi gila karena ikut ritual tarekat sufi dikarenakan salah satunya mereka berdzikir membayangkan wajah mursyidnya,
Hal menghadirkan wajah seorang Wali-Mursid itu dalam istilah Thariqat Naqsyabandiyyah disebut dengan “Rabithah”.

TAREKAT SUFI jika berzikir dengan duduk sebagaimana ia duduk Tasyahhud dalam keadaan berwudu dan menghadap kiblat dengan mata terpejam, dan membayangkan wajah mursyidnya, dan berkeyakinan bahwa berkah atau bantuan yang diperoleh dari mursyidnya itu sesungguhnya berasal dari Rasulullah ” lalu tidak lama kemudain terjadi trance , berteriak teriak merasa sudah terjadi proses wihdatul wujud (bersatunya hamba dengan Tuhan). ya betul mereka sudah bersatu dengan jin sebab tuhan mereka jin yang membuat jadi gila dan kesurupan.

Lihat bukti dzikir tarekat membuat jadi trance / kesurupan jin dihttps://www.youtube.com/watch?v=uDh4s02Hfkw

Allah Ta’ala menyatakan dengan firman-Nya:
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin (beryatawalla) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah QS:16/100.

Penegasan Allah Ta’ala itu artinya : bahwa hanya kepada sekelompok orang yang telah mengambil setan Jin sebagai wasilah atau jalan untuk mendekat (beryatawalla) dan orang-orang yang telah berbuat syirik saja, setan Jin dapat memperdaya hingga kesadaran mereka dapat dikuasai walau hanya sebentar.

Firman Allah Ta’ala يَتَوَلَّوْنَهُ . “Yatawalla” artinya berwasilah kepadanya. Apabila hal tersebut dipraktekkan dalam amal ibadah ala sufi maka yang dimaksud yatawalla adalah tawassul. Untuk tujuan inilah orang berthoriqoh bertawassul kepada Rasulullah melalui tawassul kepada guru mursyidnya. Hal tersebut dilakukan supaya dapat terjadi hubungan ruhaniyah secara berkesinambungan antara murid dengan gurunya sampai kepada Rasulullah.

Barangkali seperti keadaan inilah apa yang terjadi dalam pelaksanaan “dzikir sufiyah” tersebut, ketika orang-orang yang berdzikir itu sambil pikirannya menerawang wajah mursyinya , tanpa disadari ternyata justru mereka itu sedang menerapkan pelaksanaan ayat tersebut yakni bertawasul kepada setan Jin, maka pantas saja, hingga sedemikian mudahnya orang yang yang ikut tarekat sufiyah itu banyak yang memiliki khodam jin dan kesurupan Jin bahkan menjadi gila.

Korban pengikut tarekat hingga jadi gila lihat dihttps://www.youtube.com/watch?v=ie7pb0I5e_g

Sesungguhnya perbuatan tersebut hakikatnya adalah syirik di dalam amal “asy Syirku Fil Amali”. Dan itu identik dengan perbuatan Jin yang memang selalu bersyirik ria dengan manusia sebagaimana yang telah ditegaskan Allah Ta’ala dengan firman-Nya:
وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَولَادِ
“Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak”. QS:17/64.

Tarekat sufi ini tidak semata bid’ah. Bahkan, di dalamnya terdapat banyak kesesatan dan kesyirikan yang besar, hal ini dikarenakan mereka mengkultuskan syaikh atau guru mereka dengan meminta berkah darinya, berdzikir membayangkan wajah mursyidnya dalam hati agar bisa khusyuk dan penyelewengan-penyelewengan lainnya bila dilihat dari Kitab dan sunnah

Tawassul kepada Rasulullah melalui guru-guru mursyidnya adalah bid’ah! Ini bisa menyebabkan pada kemusyrikan. Yaitu jika ia mempercayai bahwa Allah membutuhkan perantara. Sebagai-mana seorang pemimpin atau penguasa. Sebab dengan demikian ia menyamakan Tuhan dengan makhluk-Nya. Abu Hanifah berkata, “Aku benci memohon kepada Allah, dengan selain Allah.” Demikian seperti disebutkan dalam kitab Ad-Durrul Mukhtaar.

Kesimpulannya bertawassul kepada Rasulullah melalui guru-guru mursyidnya adalah syirik. Sebab bertentangan dengan firman Allah : “dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui” (QS. Fathir :13-14)

Membayangkan Mursyid
Ajaran Sufi mengatakan bahwa orang-orang yang ber-thariqah dapat menghadirkan (membayangkan-red) gurunya secara ruhaniyah (didalam hati-red) di saat melaksanakan ibadah untuk diajak bersama-sama menghadapkan wijhah atau ber-tawajjuh kepada Allah ta’ala. Hal tersebut dilakukan supaya ibadah yang dilaksanakan lebih terfasilitasi kekhusyu’annya dan terbukanya pintu ijabah Allah Ta’ala.

Pernyataan ini adalah pernyataan syirik dan bid’ah. Bertentangan dengan sabda Rasulullah :“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia yang melihatmu”.(HR. Muslim). Inilah martabat tertinggi, engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Ketika tidak seorang pun dapat melihat Allah SWT didunia, maka Rasulullah bersabda, sembahlah Allah dengan keyakinan bahwa ia melihatmu, ini merupakan salah satu martabat Ihsan; pengawasan Allah SWT. Sementara para sufi yang tidak mengerti akan hal ini menjadikan para syeikh mereka pengawas dan penuntun, sebagai ganti pengawasan Allah terhadap dirinya. Apa yang mereka lakukan ini merupakan perbuatan syirik dan kesesatan.

Wallahu a’lam….

KYAI MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI SUKA MEMAKI

luthfi

luthfi 2

luthfi 3

Kyai  Luthfi galau sebab bertambah banyak Habaib dan Kyai Aswaja mempelajari terapi ruqyah sehingga keluar sifat aslinya berbicara memaki dan menista hehehe

mau mengunjungi laman facebook Muhammad Luthfi lihat lihat di https://www.facebook.com/malfiali?fref=ufi

Sampai sampai ada yang memprotes sikap dan kelakuan Kyai ini yang mulutnya kotor sekali suka memaki. lihat screen shot dibawah ini :

hc

DEBAT ADMIN VS KYAI LUTHFI DI GROUP FACEBOOK (EPISODE 2)

Widi Safari Afwan, saya baru bacabuku nya yg 475 halaman Cak Lutfi ini, kalau diperkenankan saya mau sedikit komentar sebagai muslim dari kalangan awam:

1. Secara global metodologi yang digunakan dalam buku ini adalah: Pertama memunculkan 100% Pendapat Cak Lutfi tentang Ruqyah kemudian mencari PEMBENARAN dengan mengutip Quran & Hadits yang kadang terkesan terlalu dipaksakan

2. Sangat minim penjelasan Ulama yang dicantumkan dalam buku ini jadi “nuansa” ruqyah nya tidak terasa ada dan ilmiah. Hampi 90 % comot ayat, comot hadits dan DITAFSIRKAN SENDIRI tanpa mengutip penjelasan para Ulama Ahlusunnah seperti Para Ulama 4 Mazhab, dan ulama2 Ahlus Sunnah lainnya. Sayang di daftar pustaka tertulis kitab Ar Ruh, karya Ibnul Qayyim, namun untuk membahas ruqyah yang merupakan bagian dari Thibbun Nabawi tidak mengutip Kitab Thibbun Nabawi karya Ibnul Qayyim juga yang lebih “NYAMBUNG”.

3. Yang Cak lihat adalah para peruqyah membacakan ayat sesuai contoh cara pengobatan nabi, kemudian pasien bereaksi. Kalau dikatakan ruqyah itu malah menjadi alat sihir dan penyebab kesurupan, maka akan timbul pertanyaan :

Pernahkan Anda bertanya, apakah para peruqyah syariyyah memiliki NIAT melakukan sihir pada pasien agar kesurupan atau malah sebaliknya malah menharap pasiennya jadi Sembuh ?

Kalau Anda menuduh peruqyah itu menjadikan ruqyah sebagai alat sihir maka akan terjerumus pada BURUK SANGKA padahal Niat setiap orang hanya Allah yang tahu, Tidak ada hal Ghaib kecuali HANYA Allah yang tahu.

Ruqyah syariyyah yang Anda lihat ada SOP nya sesuai sunnah, sedangkan ruqyah bisa menyebabkan kesurupan, mana dalil nya (Quran, Hadits, dan penjelasan para sahabat Nabi serta para Ulama Ahlus SUnnah) ?

Kami khawatir pernyataan ruqyah dijadikan alat sihir dan penyebab kesutupan masuk dalam ranah hal hal ghaib yang seharusnya hanya Allah yang tahu, tapi ada makhluk yang mengaku tahu.
Kalau tidak ada istidlal dan istimbath yang pas, maaf pendapat Cak kami tolak.

Kalau ruqyah syariyyah dianggap penyebab kesurupan dan dijadikan alat sihir, bagaimana dengan jibril yang menggunakan ruqyah untuk mengobati Nabi, bagaimana dengan hadits2 yang mengkisahkan nabi yang meruqyah dengan ayat ayat Allah ? Jadi Jibril, Nabi, dan para sahabat menggunakan ruqyah sebagai alat sihir dan penyebab kesurupan gitu ? padahal SOP para peruqyah syariyyah sama lho dengan SOP meruqyah Nabi. Lagipula para peruqyah tidak mengharapkan adanya reaksi malah ingin pasien diberi langsung kesembuhan dari Allah. Itu niat mereka silahkan tanya langsung…

4. Di SOP ruqyah , ketika pasien datang tidak langsung di klaim ada gangguan sihir. Kalau masalahnya psikis, ya beda lagi penanganannya. SIlahkan merujuk ke buku , Konseling-Terapi nya Dr. Musfir bin Said Az-Zahrani, dari Mekkah Arab Saudi. DIsana dibahas jenis gangguan psikis dan cara menanganinya dengan ruqyah. Insya Allah pembahasan masalah psikis yang Ilmiah

5. Ada keLINGLUNGan dalam buku cak, dimana dikisahkan Cak juga membacakan doa pada minuman teman Cak lalu teman Cak BEREAKSI yaitu muntah muntah tapi disis lain berpendapat bahwa ruqyah yg didalamnya membacakan ayat quran kepada pasien dibilah alat sihir penyebab kesurupan… sama2 baca ayat tapi pake STANDAR GANDA dalam penilaian…

6. Dikesankan dalam buku Cak kalau Jin itu lebih kuat dari manusia dan penyakit ‘ain sulit untuk disembuhkan. Padahal jelas2 dalam hadits bagaimana dengan izin Allah seorang sahabat menggunakan ruqyah untuk mengobati ‘ain dan sembuh seketika. Apkah kalau jin lebih cepat dan bisa melihat kita tapi ghaib dari kita berari dia lebih kuat dari manusia…? Kriteri “kuat” nya itu apa ?

7. Mohon sebelum Anda menuis buku, memberikan ceramah tentang ruqyah, agar melakukan RISET MENDALAM tentang ruqyah syariyyah ini biar metodanya tidak cuma ” lihat sekilas lalu membahas alakadarnya sesuai apa yg anda tahu”. Buku Ruqyah nya Syaikh Wahid Abdussalam Bali dari Al Azhar, Mesir, Thibbun Nabawi nya Ibnul Qayyim, Konseling-Terapi nya Dr. Musfir bin Said Az-Zahrani dan kitab2 ulama Ahlussunnah lainnya bisa dijadikan acuan. Biar pembahasan ruqyah nya bisa lebih ilmiah dan bukan alakadarnya
Mohon agar Cak bisa berdialog aktif dengan cara ilmiah dengan Ustadz Perdana biar umat tidak bingung.

Wallahu’alam bishshowab, semoga Allah memberikan kita hidayah dan mendamaikan hati hati kita…

Baca lebih lanjut

DEBAT ADMIN VS KYAI LUTHFI DI GROUP FACEBOOK (EPISODE 1)

Saudara agar tahu ruqyah yang syar’iyyah dan ruqyah yang syir’kiyyah
wak yai lutfi jual buku 6- ruqyah dampak dan bahayanya , tapi sekarang dia menjadi peruqyah , [ kiro kiro ora ngelu ta mikir ]
ini buku yang di jual wak yai lutfi
dan ini bantahan dari Ustad Perdana Akhmad
MONGGO DI SIMAK [ BEN ORAN BINGUNG ]
Kita simak diskusi antara Perdana Akhmad Lakoni dan Cak Luthfi Mlg

Baca lebih lanjut

MEMBACA AL-QUR’AN BAGAIKAN AHLI SIHIR MEMBACA MANTERA

Pada muqaddimah (halaman XI), penulis mengemukakan opininya bahwa :

Fenoma “ruqyah” yang akhir-akhir ini marak menjadi salah satu pendorong ditulisnya buku ini. Saudara-saudara kita seiman dan seislam dengan bangga telah melaksanakan dan mensyi’arkan apa yang mereka katakan ruqyah. Mereka membaca ayat-ayat suci al-Qur’an al-Karim bagaikan ahli sihir yang sedang membacakan mantra-mantra.

Kesimpulan :

Kyai Luthfi mengatakan bahwa meruqyah dengan membaca a-Qur’an sama bagaikan ahli sihir yang membaca mantra.

Bantahan kami :

Wahai Kyai Luthfi, apakah anda bisa membedakan antara mantra yang dibaca tukang sihir dan doa yang dibaca seorang peruqyah syar’iyyah? Sesungguhnya anda sama sekali tidak menjelaskan perbedaan seorang yang meruqyah syar’iyyah dengan seorang tukang sihir yang membaca mantra. Kami tidak mendapatkan satu pun  rujukan dalam buku anda dari pendapat para ulama ahlussunnah yang telah membedakan antara ruqyah syar’iyyah dengan ruqyah syirkiyyah.

Ada kriteria khusus dalam bacaan yang bisa dikategorikan sebagai ruqyah syar’iyyah. Kalau kriteria itu tidak terpenuhi dalam suatu bacaan, maka bacaan itu bisa dikategorikan sebagai ruqyah syirkiyyah atau mantra yang menyimpang dari syari’at islam (yangs sering digunakan oleh tukang sihir).

Baca lebih lanjut