GANGGUAN JIN DISAAT KENTUT, SUSAH TIDUR DAN KETAKUTAN


Kyai Luthfi tidak mempercayai ciri-ciri yang menunjukkan adanya jin dalam tubuh seseorang ketika orang tersebut sering kentut dan susah tidur serta ketakutan yang tidak beralasan.

Kyai Luthfi telah mengatakan (Pada halaman 6) : Jangan karena sekedar sering kentut dan susah tidur serta ketakutan yang tidak beralasan, kemudian takut di dalam tubuhnya ada jin. Justru kesadaran itu yang dikorbankan kepada jin, sehingga berakibat menjadi hilang ingatan karena kesurupan jin seperti orang gila walau hanya sebentar. Hal itu bukan hanya sekedar kesahalahan  saja, tetapi barangkali juga kebodohan.”.

Wahai Kyai Luthfi, sesungguhnya setiap orang yang menilai tulisan anda bisa menilai kejahilan anda dalam mengeluarkan kata-kata. Jika kita kentut, susah tidur, takut yang memang sesuai situasi dan kondisi sewajarnya maka kita tidak perlu curiga ini merupakan gangguan jin.

Seperti kita kentut ketika masuk angin atau ketika sakit perut maka ini merupakan reaksi alamiah tubuh kita. Jika kita susah tidur sebagai akibat dari banyak yang difikirkan, akibat penyakit insomnia, atau  asyik nonton televisi maka merupakan reaksi alamiah juga dari tubuh kita. Jika kita merasa takut ketika ada sebab yang menyebabkan rasa takut (seperti ada anjing yang akan menggigit, ketika hampir ditabrak mobil) maka ini merupakan reaksi sewajarnya dari diri kita.

Akan tetapi jika kita sering sekali kentut, terutama sewaktu kita setelah berwudhu hendak shalat selalu kentut dan ini selalu berulang kali terjadi setiap hari tanpa ada alasan yang jelas (seperti sakit perut atau masuk angin) maka kondisi seperti ini harus dicurigai adanya gangguan jin.

Begitu juga ketika kita susah tidur. Setiap hari tanpa ada sebab apapun yang melatar belakanginya (seperti banyak yang difikirkan, akibat penyakit insomnia, atau  asyik nonton televisi), kita selalu susah tidur maka kondisi seperti ini harus dicurigai adanya gangguan jin.

Sama juga ketika kita merasa takut. Jika seseorang merasa takut setiap hari tanpa ada alasan yang jelas dan masuk akal. Maka  maka kondisi seperti ini harus dicurigai adanya gangguan jin.

Kembali mengomentari ucapan anda : ”Jangan karena sekedar sering kentut dan susah tidur serta ketakutan yang tidak beralasan, kemudian takut di dalam tubuhnya ada jin” .

Sesungguhnya dari kata-kata anda “sering kentut dan susah tidur” dan  “ketakutan yang tidak beralasan” saya mendapatkan kunci adanya gangguan setan dari mengkaji ungkapan anda yaitu:

1. “sering

2. “ tidak beralasan

Kata “ sering” dan  “tidak beralasan” merupakan suatu bentuk ungkapan ketidak wajaran atau tidak normal. Ketika sudah diluar kewajaran atau tidak normal apalagi setelah diperiksakan baik kedokter medis atau jiwa tidak ada sebab penyakit khusus yang melatar belakanginya dan berulang kali diobati tidak sembuh maka kita harus curiga ini adalah gangguan syetan. Maka kita sebagai seorang muslim haruslah berobat dengan pengobatan Ilahiyah yaitu dengan terapi ruqyah baik diruqyah oleh orang lain atau kita meruqyah diri sendiri.

Termasuk gangguan syetan adalah ketika sedang khusyu’ membaca bacaan shalat, lalu terasa seolah-olah ingin kentut atau bahkan tanpa dapat dikendalikan selalu terkentut. Ketika perasaan ingin kentut ketika ingin beibadah pada Allah selalu terjadi setiap kali kita ingin beibadah, maka itulah gangguan syetan dalam shalat yang harus kita waspadai sebagaimana yang disabdakan Rasulullah, “Apabila salah seorang kalian bimbang atas apa yang dirasakan perutnya, apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak? Maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia (yakin) telah mendengar suara (keluar kentut) atau mencium baunya.” (HR. Muslim).

Ada banyak riwayat yang jelas menjelaskan jika para shahabat dilanda rasa takut, maka Rasulullah menuntunkan kita agar membaca doa ruqyah perlindungan dari gangguan  syetan.  Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dahwa Rasulullah mengajari mereka beberapa kalimat ketika dilanda rasa takut : ” Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya dan dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya dari gangguan syaithan dan kedatangan mereka.” [1]

Pada riwayat lain, bahkan ketika para shahabat mengadu kepada Rasulullah bahwa shahabat itu dilanda rasa takut ketika hendak tidur hingga akibatnya menjadi susuh tidur, Rasulullah langsung menyuruh shahabat itu berlindung dari gangguan syetan dengan doa ruqyah perlindungan. Diriwayatkan dari Muhammad bin Hibban bahwa Khalid bin Walid ra dilanda kegelisahan (ketakutan hingga sulit tidur) lalu mengadu kepada Nabi saw. Kemudian Rasulullah menyuruhnya berdoa : “” Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya dan dari kejahatan makhluk-makhluk-Nya dari gangguan syaithan dan kedatangan mereka.” [2]

Lihatlah wahai Kyai Luthfi! Bahkan Rasulullah langsung “tunjuk hidung” bahwa makhluk bernama syetanlah yang menjadi penyebab takut dan susah tidurnya para shahabat.

Dari Hadits diatas apakah Kyai Luthfi berani mengatakan bahwa Rasulullah yang mengajarkan ruqyah perlindungan telah mengorbankan kesadarannya pada jin hingga berakibat menjadi hilang ingatan. Dengan mengatakan : Jangan karena sekedar sering kentut dan susah tidur serta ketakutan yang tidak beralasan, kemudian takut di dalam tubuhnya ada jin. Justru kesadaran itu yang dikorbankan kepada jin (dengan diruqyah-red), sehingga berakibat menjadi hilang ingatan karena kesurupan jin”

Kyai Luthfi selalu menakut-nakuti orang yang ingin melaksanakan terapi ruqyah (seperti sering kentut, tidak bisa tidur dan takut) akan dirasuki jin dan kesurupan, sebagaimana yang dikatakannya : Jangan karena sekedar sering kentut dan susah tidur serta ketakutan yang tidak beralasan, kemudian takut di dalam tubuhnya ada jin. Justru kesadaran itu yang dikorbankan kepada jin (dengan diruqyah-red), sehingga berakibat menjadi hilang ingatan karena kesurupan jin seperti orang gila walau hanya sebentar. Hal itu bukan hanya sekedar kesahalahan  saja, tetapi barangkali juga kebodohan.”.

Kata-kata diatas merupakan satu bentuk kebodohan Kyai Luthfi memahami ruqyah. Wahai Kyai Luthfi, tidak semua orang yang diruqyah akan kesurupan atau tidak sadar! Ada puluhan hadits yang menerangkan dan menceritakan Rasulullah atau para sahabat yang meruqyah dari sakit seseorang tidaklah orang tersebut menjadi langsung kesurupan.

Kami berikan contoh bagaimana Rasulullah meruqyah seorang sahabat Utsman bin Abil ‘Ash yang selalu merasa takut dan was-was dalam shalatnya. Dan ketika diruqyah oleh Rasulullah tidaklah sahabat langsung menunjukkan reaksi kesurupan! Namun sahabat langsung merasakan ketenangan dalam dirinya ketika shalat.

Utsman bil Abil ‘Ash bercerita: “ketika Rasulullah saw menugaskan ke Thaif, aku mengalami suatu gangguan (was-was dan takut) dalam shalatku. Sehingga aku tidak tahu shalat apa yang sedang aku laksanakan. Ketika aku menyadari gangguan tersebut aku segera pergi menemui Rasulullah saw (di Madinah). Beliau bersabda: ‘Ibnu Abil ‘Ash?’. Aku menyahut:’Ya, wahai Rasulullah!’. Beliau bertanya, ‘Apa yang membuatmu datang kemari?’. Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah aku mengalami suatu gangguan dalam shalatku, sehingga aku tidak tahu shalat apa yang aku laksanakan’. Rasulullah bersabda, ‘itulah syetan, mendekatlah kemari’.

Maka akupun mendekat kepadanya, dan aku duduk di atas kedua telapak kakiku. Rasulullah memukul dadaku dengan tangannya, dan meludahi mulutku seraya berkata, ‘keluarlah musuh Allah!’. Beliau melakukan hal tersebut tiga kali, kemudian mengatakan, ‘sekarang lanjutkanlah tugasmu!’ Utsman berkata, “Demi Allah, setelah itu saya tidak pernah mengalami gangguan lagi”.[3]

. Dari sabda Rasulullah saw,  “keluarlah musuh Allah”, kita bisa memahami bahwa syetan tersebut telah berada dalam diri Utsman  bin Abil ‘Ash. Sehingga Rasulullah saw menyuruhnya keluar dari dalam jasad Utsman bil Abil ‘Ash. [4]

Ketika Rasulullah melaksanakan terapi ruqyah, apakah bisa anda “menghujamkan” vonis dan perkataan bathil anda pada Rasulullah dengan mengatakan : “Justru kesadaran itu yang dikorbankan kepada jin (dengan diruqyah-red), sehingga berakibat menjadi hilang ingatan karena kesurupan jin seperti orang gila walau hanya sebentar. Hal itu bukan hanya sekedar kesahalahan  saja, tetapi barangkali juga kebodohan.”.

CIRI-CIRI GANGGUAN SYETAN

Ciri-ciri gangguan syetan yang akan kami jelaskan, kami himpun dari kitab-kitab ruqyah syar’iyyah para ulama salaf semuanya berdasarkan dalil yang syar’i. Kami akan membantah fitnah Kyai Luthfi bahwa pengklasifikasian ciri-ciri adanya jin dalam tubuh seseorang sebagai “tanda-tanda yang kesannya dibuat-buat” .

Sebagaimana yang dikatakan Kyai Luthfi (pada halaman 7): ”Yang menjadi pokok permasalahan di dalam pelaksanaan “ruqyah” adalah ketika orang yang asalnya sadar hanya khawatir barangkali ada jin di dalam tubuhnya, dengan tanda-tanda yang kesannya dibuat-buat sebagaimana yang mereka ajarkan maka kesadarannya dipertaruhkan. “

Dibawah ini kami akan menjelaskan ciri-ciri adanya gangguan syetan pada diri manusia yang harus diwaspadai, walaupun secara lahiriah seseorang tidak kesurupan atau terlihat sehat dan sadar secara fisik. Sebab ciri-ciri yang akan kami tunjukkan ini adalah berdalil dari al-Qur’an dan hadits Nabi saw. Berikut ini pertanda atau ciri-ciri gangguan syetan pada diri manusia :

  1. 1. Secara fisik
    1. Ketidaksadaran dimana terjadi prilaku atau gerakan yang tidak dapat terkontrol. [5]
    2. Adanya benda asing yang keluar dari dalam tubuh kita. [6]
    3. Sering tidur yang berlebihan. [7]
    4. Merasa selalu lemah, letih atau kepayahan yang terus-menerus.[8]
    5. Sering berlebihan dalam menguap. [9]
      1. Seseorang melihat secara fisk dengan mata lahirnya setan yang lagi menampakkan dirinya dengan menyerupai sesuatu yang menakutkan. [10]
      2. Sakit, lumpuh, luka pada bagian tubuh tertentu yang tanpa diketahui sebabnya secara medis. [11]
    6. Merasa ada yang berjalan didalam tubuh. [12]
  2. 2. Secara psikis
    1. Perasaan was-was atau takut berlebihan tanpa sebab. [13]
    2. Sering ngelamun dan berkhayal (berhalusinasi) dengan angan-angan kosong. [14]
    3. Senang menyendiri. [15]
    4. Suka marah-marah. [16]
    5. Jika ada keinginan berbuat baik maka malas dalam melaksanakannya. [17]
    6. Tidak bisa khusyuk dalam beribadah. [18]
    7. Berfikir berlebihan tentang dzat Allah. [19]
    8. Sering sekali lupa. [20]
    9. Merasa ada yang selalu membisiki hatinya atau mendorong melakukan kejahatan dan kemaksiatan. [21]
    10. Sering bermimpi buruk. [22]
    11. Sifat yang mudah sekali bermusuhan atau berselisih dengan orang lain. [23]
    12. Suka makanan yang haram, berjudi, meramal nasib, berkorban untuk berhala. [24]
    13. Mempunyai sifat boros. [25]


[1] Sunan Abu Daud : Kitab At-Tib 4/3893 dan At-Tirmidzi: Ad-Da’waat 5/541

[2] Ibn As-Sunni : hal. 212 nomor 2748, Al-Albany menshahihkannya.

[3] HR. Ibnu Majah, dan Imam al-Haitsami dalam kitab az-Zawaid menyatakan sanad haditsnya sahih dan perawinya terpercaya

[4] Sesungguhnya para sahabat tidak terlepas dari gangguan syetan (bahkan dirasuki syetan dalam diri mereka), maka jika ada klaim dari orang yang mengaku punya ilmu hikmah, ilmu karomah, memiliki tenaga dalam yang tinggi yang mengatakan “Dengan ilmu yang kami miliki maka kami tidak mungkin dimasuki syetan dan kami juga punya medan energi perlindungan tenaga dalam hingga yetan tidak berani mendekat” Adalah suatu keyakina bathil dan merasa sombong lebih hebat dari Rasulullah dan para sahabat.

[5] Dalilnya. Allah ta’ala berfirman :“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila.”(QS.al-Baqarah (2) : 275). Muhammad ‘Ali ash-Shabuni’ mengatakan (di dalam Shafwau at-Tafasir), “Maksudnya adalah bahwa mereka akan dibangkitkan dari dalam kubur kelak di akhirat dalam keadaan tidak dapat berdiri dengan lurus, mereka berjalan sempoyongan dan akhirnya terjatuh ke lantai, dan ia kembali berdiri namun jatuh kembali. Ini adalah sebagai ciri khas mereka nanti di Akhirat, sehingga orang-orang lain dapat mengenalnya.”

[6] Dari Ibnu Abbas bahwa wanita datang membawa anaknya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata ”Wahai rasul, ia terkena penyakir gila”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memantrainya (meruqyah) dan mengusap dadanya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya seperti binatang kecil lalu bergerak

[7] Dalilnya. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud berkata : “Diceritakan kepada Rasulullah mengenai seseorang yang tidur diwaktu malam hingga pagi. Rasulullah bersabda : ‘ Itulah orang yang kedau belah telinganya dikencingi syetan’.” (Riwayat Nasa’I dalam kitab Qiyamul Lail hadits no. 1590)

[8] Dalilnya Firman Allah :“Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya Aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (QS.Shad :41)

[9] Dalilnya. Diriwayatkan dari Abu  Hurairah berkata : “ Rasulullah saw telah bersabda : Menguap (dengan mulut terbuka) adalah merupakan gangguan dari syetan. Apabila ada diantara kamu yang menguap maka hendaklah dia menutup mulutnya sekuat mungkin.” (Riwayat Bukhari Muslim)  dan dalam riwayat lainnya, “Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang menahannya selagi bisa. Apabila ia berkata hah…, berarti syetan tertawa dalam mulutnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

[10] Dalilnya. Dari Jabir ra, bahwa Nabi saw bersabda : “Apabila hantu (jin) membayang-banyangi (menggoda dengan cara merubah-rubah bentuknya) maka kumandangkanlah azan. KArena adzan membuat syaitan lari tunggang langgang”. (Sunan Abu Daud: Kitab Al-Adab 5/332 nomor 5103)

[11] Dalil syetan dapat menyakiti tubuh manusia dari Aisyah ra. Rasulullah bersabda : “ sesungguhnya musuh Allah iblis telah dating kepadaku dengan segumpal api yang menyala hendak membakar wajahku.” (HR. Muslim). 41.  “Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya Aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. (QS.Shad :41)

[12] Dalilnya. Aisyah ra. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya syetan berjalan dalam tubuh manusia pada aliran darah.” (HR. Muttafaqun-alih)

[13] Dalilnya, dari Utsman bil Abil ‘Ash bercerita: “ketika Rasulullah saw menugaskan ke Thaif, aku mengalami suatu gangguan (was-was dan takut) dalam shalatku. Sehingga aku tidak tahu shalat apa yang sedang aku laksanakan. Ketika aku menyadari gangguan tersebut aku segera pergi menemui Rasulullah saw (di Madinah). Beliau bersabda: ‘Ibnu Abil ‘Ash?’. Aku menyahut:’Ya, wahai Rasulullah!’. Beliau bertanya, ‘Apa yang membuatmu datang kemari?’. Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah aku mengalami suatu gangguan dalam shalatku, sehingga aku tidak tahu shalat apa yang aku laksanakan’. Rasulullah bersabda, ‘itulah syetan, mendekatlah kemari’.Maka akupun mendekat kepadanya, dan aku duduk di atas kedua telapak kakiku. Rasulullah memukul dadaku dengan tangannya, dan meludahi mulutku seraya berkata, ‘keluarlah musuh Allah!’. Beliau melakukan hal tersebut tiga kali, kemudian mengatakan, ‘sekarang lanjutkanlah tugasmu!’ Utsman berkata, “Demi Allah, setelah itu saya tidak pernah mengalami gangguan lagi”. (HR. Ibnu Majah, dan Imam al-Haitsami dalam kitab az-Zawaid menyatakan sanad haditsnya sahih dan perawinya terpercaya)

[14] Dalilnya dari Firman Allah Ta’ala : “Syetan itu memberikan janji-janji kepada mereka dengan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal syetan itu tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan belaka.” (QS. An-Nisa’ : 120)

[15] Dalilnya. Umar bin Khathab mengatakan: “Rasulullah bersabda :’ barang siapa diantara kalian ingin mendapatkan wangi surga, maka hendaklah dia selalu bersama jama’ah, akrena sesungguhnya setan senang bersama orang yang sendirian dan ia akan lebih menjauh dari dua orang’.” (HR. Ahmad 172, At-Tirmidzi 4/404)

[16] Dalilnya, Sulaiman bin Shurad meriwayatkan. Dua orang saling mencela dihadapan Rasulullah. Satu dari dua orang itu marah hingga wajahnya memerah. Urat-uratnya membesar. Rasulullah melihat orang itu, lalu berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat. Seandainya dia ucapkan, niscaya kemarahannya akan mereda. “A’uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”(HR. Bukhari dan Muslim)

[17] Dalilnya dari Firman Allah Ta’ala : “Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu”. (QS. Al-Hajj :52)

[18] Utsman bin Abil ‘Ash. Ia telah datang ke Rasulullah saw seraya mengadu kepadanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku ngaco dan rancu. ‘Rasulullah menjawab, :Itulah syetan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah.’ Akupun melakukan hal itu, dan Allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (HR. Muslim)

[19] Rasulullah menegaskan kepada kita akan was-was syetan untuk merusak aqidah kita, agar kita selalu waspada. “Manusia akan senantiasa bertanya-tanya. Sampai materi pertanyaan adalah, “Kalau Allah yang menciptakan semua makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah? Barang siapa yang menemukan hal itu pada dirinya, maka katakanlah: “Saya telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. “(HR. Muslim dan Abu Daud).

[20] Dalilnya firman Allah ta’ala : ” Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)” (QS. Al-An’aam :68).

[21] Dalilnya firman Allah ta’ala :“Katakanlah! Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia (QS. An_Nas:1-6).

[22] Dalilnya Rasulullah bersabda : “mimpi baik berasal dari Allah, sedang mimpi buruk brasal dari syetan.” (HR. Muslim)

[23] Dalilnya firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(QS. Al-Israa’ :53)

[24] Dalilnya firman Allah Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” .( QS. Al-Maa’idah :90)

[25] Dalilnya firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Israa’ : 27)

Satu Tanggapan

  1. assalamualaikum.pak ustadz, saya sering sekali kentut pas abis mengambil air wudhu, dan belakangan ini saya sering ketakutan melakukan sesuatu, galau berkepanjangan, tapi agak berkurang setelah saya lebih sering melakukan sholat 5 waktu, mengaji, dsb. tetapi ayat2 rukyah mp3 yang saya dengarkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap tubuh saya. sedangkan saya mencurigai adanya jin dalam tubuh saya. karena sebelumnya saya merasa tidak pernah/jarang seperti ini. tolong di jawab pak ustadz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: