MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI BERANGGAPAN AQIQAH DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT JASMANI DAN ROHANI

Dia mengatakan (Halaman 264-265) dalam bukunya :

Sebab ketiga, karena kehidupan manusia benar-benar telah tergadaikan kepada jin akibat dosa-dosa dan kesalahan yang dilakukan. Obat yang paling efektif adalah dengan melaksanakan aqiqah secara syar’iyah sebagai kafaratnya. Dengan izin Allah ta’ala, aqiqah yang dilaksanakan oleh ahlinya serta dengan cara benar, manusia akan mendapat kesembuhan dari-Nya.

Penulis juga berkata (Halaman 265-266) dalam bukunya :

Dalam kaitan pelaksanaan aqiqah, penulis sebagai hamba yang harus mengabdi secara horizontal, baik untuk penanggulangan maupun penyembuhan sudah sering melaksanakannya. Alhamdulillah setiap penderita yang melaksanakan aqiqah akhirnya mendapat kesembuhan dari Allah ta’ala, kecuali yang memang sudah ditakdirkan bahwa penyakit itu menjadi sebab kematiannya. (kasus ini pernah terjadi hanya sekali sepanjang pengalaman penulis. Hal ini karena adanya campur tangan orang lain yang didatangkan oleh keluarganya. Semestinya telah mendapat peringatan dari tim penulis. Si penderita dibawa pulang paksa dari pondok pesantren. Akhirnya tidak dapat tertolong lagi).

Sebelumnya masih banyak lagi pengalaman yang menarik dalam urusan ini, akan tetapi tidak mungkin dapat dipaparkan dengan bahasa tulis. Penulis khawatir apabila terjadi salah penulisan karena bisa saja terjadi salah pemahaman yang akhirnya dapat membahayakan siapapun.

Walhasil, hampir semua orang yang kesurupan makhluk jin yang sudah parah ternyata belum pernah diaqiqahi. Sekalipun penderita sudah diikhtiarkan ke mana-mana, baik kepada kyai mauoun orang pintar, ternyata belum mendapat kesembuhan. Untuk itu penulis minta kepada keluarga si penderita supaya melaksanakan aqiqah. Setelah dilaksanakan aqiqah (laki-laki dua ekor kambing dan perempuna dengan satu ekor kambing), kesembuhan yang diikhtiarkan penulis bersama-sama tim, mendapat kemudahan dari Allah ta’ala, sehingga dengan mudah pula si penderita mendapat kesembuhan dari-Nya.

Sungguh bukan karena penulis lebih ampuh dan lebih sakti, ketika si penderita sudah dibawa kemana-mana belum juga mendapatkan kesembuhan, kemudian melalui tangan-tangan terlatih yang ada dipondok pesantren kemudian si pasien mendapat kesembuhan. Hanya Allah ta’ala yang dapat menyembuhkan segala penyakit, ketika syari’at-Nya sudah dilaksanakan dengan benar.

Lalu dia mengatakan (Halaman 267-269) :

Pada kondisi sakit yang lebih parah, penyakit ini tidak cukup hanya diberi minum air putih yang sudah diruqyah saja, tetapi harus melaksanakan kafarat berupa aqiqah.

Orang yang sudah terkena penyakit dimensi jin ini, jiwanya sudah tergadai. Biasanya sebelum aqiqahnya dilaksanakan, penyakit yang dideritanya belum sembuh total. Pada saat minum air putih, seketika itu kelihatan penyakitnya akan kambuh lagi. Fungsi air putih habis, diminum itu sebenarnya hanya sekedar menghilangkan rasa sakit, padahal penyebab penyakitnya belum hilang.

Fungsi pelaksanakan aqiqah ini, di samping merupakan pelaksanaan sunah Rasul saw, oleh para ahlinya juga dijadikan media untuk memindahkan penyebab penyakit yang ada dalam tubuh manusia ke tubuh hewan aqiqah yang akan disembelih. (Barangkali banyak orang tidak memahami hal yang demikian ini, namun demikian para ahli itu pasti mampu menerangkan secara detail dan logis. Keterangan ini tidak mungkin melalui tulisan. Di samping mereka juga terkena aturan bahwa berbicara kepada bukan ahlinya dan tidak pada tempatnya adalah perbuatan zhalim).

Ketika para ahli sudah dapat memastikan bahwa penyebab penyakit itu sudah pindah ke tubuh kambing aqiqah, maka kambing itu dipotong dengan membaca basmalah dan diniatkan untuk aqiqah. Selanjutnya anggota tubuh hewan yang sudah disembelih diperiksa, biasanya akan tampak bekas-bekas tempat penyakit tersebut dengan jelas. Misalnya jika sumber penyakit itu di paru-paru manusia, maka di paru-paru kambing itu akan nampak bercak-cak merah, bahkan seringkali seketika itu juga paru-paru kambing menjadi busuk. Kadang-kadang hati atau paru kambing itu dimasak langsung menjadi hancur dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ini adalah kejadian nyata yang sehari-hari dihadapi oleh tim di pesantren.

Ketika penyebab penyakit sudah berhasil dikeluarkan dengan media transper ini, baru ekses dari enyakit itu disembuhkan. Apabila ekses itu sudah menjadi penyakit medis, seperti kanker atau tumor, maka cara penyembuhannya pun juga harus melalui medis. (apabila sumber penyakit dari dimensi jin ini belum dikeluarkan, sekalipun sudah berkali-kali diadakan dikeluarkan, sekalipun sudah berkali-kali diadakan operasi untuk mengangkat penyakit itu (tumor ataupun kanker), penyakit itu biasanya akan cepat kembali dan kadang-kadang malah menyebar dan penderitanya masih tetap merasakan penderitaan yang sama).

Kesimpulan Dari Keyakinan Saudara Kiyai Luthfi

  1. Aqiqah adalah sarana untuk penyembuhan berbagai macam penyakit
  2. Untuk menyembuhkan kesurupan jin dengan cara menyembelih kambing.
  3. Pelaksanaan penyembuhan aqiqah adalah dengan cara mentransfer secara ghaib penyakit ke tubuh binatang.

Bantahan :

Untuk menjawab syubhat M. Luthfi Ghozali. Kami akan mengetengahkan sebuah kasus nyata menarik yang dialami seorang muslimah. Dimana ada seorang muslimah yang menderita suatu penyakit yang ± 4 tahun dirasakannya  dan belum kunjung sembuh. Muslimah tersebut sudah berobat ke dokter, tapi belum terlihat hasilnya, pernah juga berobat ke pengobatan lain dengan cara yang tidak syar’i, dengan menggunakan keris dan sebagainya, karena kasihan dengan orang tua. Yang terakhir kalinya orang tua mengajaknya berobat ke pengo­batan disuatu pesantran di jawa dengan bantuan dzikir dan diberikan sebotol air putih yang di dalamnya ada selembar kain putih bertuliskan ayat al-Qur’an untuk diminum dan minyak yang berisi sama dengan di air, untuk dioleskan ke yang sakit. Jika penyakitnya berat bisa di transfer (dipindahkan) ke kambing sedang biaya untuk beli kambing sebesar 6 jutaan.

Pengobatan ini tidak dihijab atau dipisah antara laki-­laki dengan perempuan, jadi campur, bahkan berdesak-desakan. Pertanyaan yang harus di jawab adalah :

  1. Apakah pengobatan alternatif pertama (menggunakan keris dan jimat) terma­suk pengobatan yang menyebabkan yang syirik?
  2. Apakah pengobatan alternatif kedua (menggunakan sarana kambing) yang telah uraikan ada atau dibenarkan secara syar’i? Bagaimana dengan media kambing itu?
  3. Lalu efek bagi diri seseorang setelah menjalani kedua pengobatan alternatif itu bagaimana? Apakah ada jin yang masuk pada tubuh muslimah tersebut?

Jawabannya adalah: Mengenai pertanyaan pertama, tidak diragukan lagi bahwa pengobatan dengan menggunakan keris atau jimat adalah bertentangan dengan aqidah Islam yang benar dan itu termasuk pebuatan syirik karena jelas-jelas meminta bantuan kepada selain Allah. Sedang bagi yang mendatanginya memiliki tingkatan hukum berbeda:

Pertama: Apabila ia datang ke dukun kemudian bertanya atau meminta bantuannya maka termasuk dosa besar karena tidak diterima sholatnya selama 40 malam. Sebagaimana terdapat dalam hadits Rasulullah yang artinya, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

Kedua: Jika ia mendatangi dukun lalu bertanya atau meminta bantuannya dan membenarkannya maka sangsinya lebih berat lagi, hukumnya sama dengan hukum orang yang mengingkari al-Qur’an. Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendatangi dukun/peramal (dan yang sejenisnya) dan membenarkan apa yang ia katakan maka dia telah kufur (ingkar) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad clan Hakim)

Mengenai pengalihan penyakit ke kambing seperti yang dikatakan M.Luthfi Ghozali : Ketika para ahli sudah dapat memastikan bahwa penyebab penyakit itu sudah pindah ke tubuh kambing aqiqah, maka kambing itu dipotong dengan membaca basmalah dan diniatkan untuk aqiqah. Selanjutnya anggota tubuh hewan yang sudah disembelih diperiksa, biasanya akan tampak bekas-bekas tempat penyakit tersebut dengan jelas. Misalnya jika sumber penyakit itu di paru-paru manusia, maka di paru-paru kambing itu akan nampak bercak-cak merah, bahkan seringkali seketika itu juga paru-paru kambing menjadi busuk. Kadang-kadang hati atau paru kambing itu dimasak langsung menjadi hancur dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ini adalah kejadian nyata yang sehari-hari dihadapi oleh tim di pesantren.”

Sesungguhnya apa yang dilakukan saudara Luthfi tentu hal ini sangatlah aneh karena dalam kedokteran modern belum kita dengar istilah memindahkan penyakit ke hewan atau ke benda lainnya. Yang kita dengar dalam kedokteran modern adalah pencangkokan organ tubuh. Selanjutnya bahwa jika benar penyakit itu dipindah ke kambing berarti telah melakukan kezholiman terhadap hewan, apa dosanya kambing? Rosulullah telah melarang kita menyiksa binatang atau menjadikannya sebagai sasaran lomba panahan. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ia berkata, “Bahwasanya ia melewati beberapa pemuda Quraisy yang mengikat burung hidup-hidup kemudian mereka memanahinya dengan anak panah, mereka memberikan anak panah yang tidak kena burung ke pemilik burung. Ketika mereka melihat Ibnu Umar mereka berhamburan, maka Ibnu Umar berkata: Siapa yang berbuat ini? Allah melaknat orang yang melakukan ini, sesungguhnya Rasulullah melaknat siapa saja yang menjadikan sesuatu yang ada ruhnya menjadi sasaran.” (Muttafaqun `alaihi).

Dari hadits tersebut, bisa disimpulkan bahwa yang dilakukan saudara Luthfi yang menjadikan kambing sebagai sasaran penyakit jelas dilarang bahkan dilaknat. Na’udzubillah.

Allah Ta’ala befirman : “Daging-daging dan darah onta itu, sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan kalianlah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj :37). Wahai Kyai Luthfi, qurban yang anda lakukan apalagi dengan cara bid’ah dan syirik tanpa didasari ketaqwaan (menjalankan perintah Allah menjauhi larangannya) sama sekali tidak akan diterima Allah, dan yang menerima adalah syetan yang membantu dalam penyembuhan dengan mentransfer penyakit ke hewan. Na’udzubillah.

Dari pengalaman kami ketika meruqyah, pernah mendapatkan pasien seorang mahasiswa yang terkena gangguan sehingga ia banyak bengong dan aneh, lalu dibawalah ia oleh bapaknya ketempat yang sama seperti yang muslimah tersebut ceritakan[1]. Ketika pulang ia melakukan pesannya yaitu meminum airnya dan mengoleskan minyaknya ke dahinya. Yang terjadi adalah semakin menjadi-jadi sakitnya sampai-sampai ia buka baju dan celananya sambil berlarian keluar rumah. Ketika diruqyah, terbukti kerasukan bahkan yang mengherankan malah ketambahan jin dari tempat ia berobat, ini menurut pengakuan jin-jin yang berhasil diajak dialog melalui pasien. Alhamdulillah setelah jinnya keluar semua, ia kembali normal.

Keberhasilan pengobatan dengan cara-cara supranatural janganlah menjadikan kita terkecoh. Jangan juga terkecoh oleh penampilan luar sang ‘ustadz’. Karena sebenarnya disamping memang ada yang berhasil sementara, banyak sekali yang gagal. Tetapi yang gagal tidak pernah dipublikasikan. Dalam hal ini pernah ada pasien rumah sakit yang terkena kanker di lidahnya dan penyakitnya benar-benar medis kemudian mengikuti pengobatan pengalihan penyakit ke kambing seperti diatas sampai habis belasan juta. Tetapi tetap saja harus dioperasi oleh dokter.

Dari beberapa peristiwa dan pengalaman lapangan ketika kami meruqyah ada pengakuan dari jin tentang pengalihan penyakit tersebut ke kambing. Yakni ada dua kelompok jin yang berbagi tugas, satu kelompok masuk ke tubuh binatang yang bertugas menyakiti organ tubuh binatang itu sesuai organ yang diduga sakit pada pasien sehingga ketika disembelih akan ada tanda-tanda penyakitnya. Lalu satu kelompok yang lain masuk ke tubuh pasien yang bertugas untuk menahan syaraf-syaraf rasa sakit yang ada di organ yang sakit sehingga si pasien merasa sakitnya telah sembuh.

Jadi, pengobatan dengan pengalihan ke binatang yang dilakukan saudara Kiyai Luthfi bukan saja menyakiti binatang tetapi juga menyesatkan.


[1] (sebuah pesantran yang tekhnik pengobatannya dengan mentransfer penyakit ke kambing dan sering mengadakan dzikir massal yang disiarkan di media elektronika)

Satu Tanggapan

  1. slm..nk tanya,,blh k aqiqah dilakukan lebih dari sekali terhadap seorang anak?hrp dapat jelaskan segera…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: