TERAPI RUQYAH TONTONAN MENGERIKAN DAN MENJIJIKKAN

Pada muqaddimah (halaman XII-XIII) penulis mengatakan :

Atas dasar keyakinan yang kuat penulis mempunyai suatu penilaian bahwa, yang dikatakan “ruqyahtersebut adalah tontonan yang mengerikan yang dampaknya sangat membahayakan bagi kehidupan umat manusia.

Penulis mengatakan (pada halaman 29) :

Ketika ayat-ayat suci itu dibaca, para pendengaranya sedemikian mudah bergelimpangan tidak sadarkan diri.

Bukankah keadaan para pemain kuda lumping yang sedang kesurupan juga seperti itu …? Setelah dibacakan mantra-mantra oleh pimpinan rombongan, para pemain itu kesurupan jin dan tidak dasarkan diri. Bedanya kuda lumping adalah tontotan yang mengasyikkan, sedangkan ruqyah adalah tontonan yang mengerikan dan menjijikkan.

Penulis juga mengatakan (pada halaman 41):

Pertanyaan ketiga : Mengapa para pelaku atau orang yang sedang di ruqyah dapat kesurupan setan jin sehingga hilang ingatan bahkan menjadi lebih seram daripada para pemain kuda lumping yang sedang kesurupan ….?

Kesimpulan :

Kyai Luthfi mengatakan terapi ruqyah syar’iyyah merupakan tontonan seram, mengerikan dan menjijikkan, sedangkan menonton atraksi kuda lumping mengayikkan.

Bantahan Kami :

Pada penjelasan dibawah ini kami akan menganalisis ungkapan penghinaan Kyai Luthfi terhadap ruqyah syar’iyyah :

1. Kyai M. Luthfi mengatakan acara kuda lumping adalah tontonan mengasyikkan. Kata “asyik” menurut Kamus Umum bahasa Indonesia berarti [1]:

  1. Birahi, cinta kasih, sangat suka (gemar)
  2. Sedang sibuk (melakukan sesuatu dengan gemarnya), sangat terikat hatinya.

Berarti Kyai Luthfi sangat birahi, sangat cinta dan suka (gemar), sangat terikat hatinya dengan atraksi Kuda Lumping!!

2. Kyai M. Luthfi mengatakan ruqyah adalah tontonan yang mengerikan dan menjijikkan yang dampaknya sangat membahayakan bagi kehidupan umat manusia

Kata mengerikan dan menjijikkan menurut Kamus Umum bahasa Indonesia berarti [2]:

  1. Ngeri berarti :Merasa takut (seram bulu badannya) karena melihat apa-apa yang membahayakan

Mengerikan berarti : Perasaan takut sekali.

Berarti Kyai Luthfi mempunyai perasaan takut sekali dengan prosesi ruqyah syar’iyyah!!

b. Jijik berarti :

  • Mendatangkan rasa tidak suka (mual dsb) karena kotor, keji dsb.
  • Berasa tak suka melihat dsb karena kotor, keji dsb
  • (Dipakai sebagai) kata seru untuk menyatakan rasa tidak suka (karena kotor, keji dsb)

Menjijikkan berarti : Merasa jijik, menganggap jijik, sangat tidak suka, menimbulkan rasa jijik, menyebabkan jijik.

Berarti Kyai Luthfi merasa tidak suka, merasa jijik, menganggap jijik terhadap prosesi ruqyah syar’iyyah!!

3.  Kyai M. Luthfi mengatakan ruqyah lebih seram daripada para pemain kuda lumping yang sedang kesurupan ….?

Kata seram menurut Kamus Umum bahasa Indonesia berarti [3]:

  1. Meremang; berdiri bulu roma
  2. Dahsyat; menakutkan; menyeramkan
  3. Kelihatan bengis

Berarti Kyai Luthfi berdiri bulu roma sebab dahsyat, menakutkan, menyeramkan dan kelihatan bengis prosesi ruqyah syar’iyyah dibandingkan acara kuda lumping.

Kesimpulan dari analisis kata penghinaan Kyai Luthfi adalah :

Kyai Luthfi sangat birahi, sangat suka dan cinta (gemar), sangat terikat hatinya dengan atraksi Kuda Lumping dan mempunyai perasaan takut sekali, merasa jijik, menganggap jijik, sangat tidak suka sampai berdiri bulu roma karena menakutkan juga menyeramkan dengan prosesi ruqyah syar’iyyah yang kelihatan bengis!

Na’udzubillahi mindzalik!! Betapa besar kebencian Kyai M. Luthfi Ghozali terhadap ruqyah syar’iyyah, kata-kata caci maki dan sumpah serapah yang keluar dari hati Kyai Luthfi ini tidaklah pantas diucapkan oleh seorang Kyai, dan hanya wali syaitan yang sanggup mengeluarkan kata caci maki terhadap ruqyah yang syar’i. [4]

Kepada para pembaca yang masih mempunyai fikiran dan hati yang lurus, kami akan membuat perbandingan antara ruqyah syar’iyyah dengan kuda lumping. Semoga para pembaca sekalian bisa menilai perbedaan acara kuda lumping (yang sangat disukai Kyai Luthfi) dengan ruqyah syar’iyyah (sangat dibencinya) pada penjelasan dibawah ini :

BAGAN PERBANDINGAN PROSESI KUDA LUMPING DENGAN RUQYAH SYAR’IYYAH

No Kuda Lumping Ruqyah Syar’iyyah Keterangan
1 Sebelum acara dimulai para pemain kuda lumping memberikan sesajen pada jin Sebelum acara dimulai para pasien yang ingin di ruqyah, berwudhu, lalu berdoa pada Allah. Kyai Luthfi lebih asyik melihat pemain kuda lumping memberikan sesajen pada jin daripada ruqyah syar’iyyah yang berwudhu dan berdoa pada Allah yang katanya menjijikkan dan mengerikan.
2 Pemain Kuda lumping membaca mantra-mantra berisi minta pertolongan pada jin Para ustadz yang meruqyah murni membacakan ayat-ayat suci al-Qur’an Kyai Luthfi lebih asyik melihat pemain kuda lumping membaca mantra syirik daripada mendengarkan ayat-ayat suci al-Qur’an yang katanya menjijikkan dan mengerikan.
3 Pemain kuda lumping memakai jimat Para ustadz yang meruqyah menyuruh pasien melepaskan jimat dan membakar jimat tersebut. Kyai Luthfi lebih suka pemain kuda lumping memakai jimat daripada acara ruqyah syar’iyyah yang mengharuskan melepaskan dan membakar jimat.
4 Pemain kuda lumping untuk mendapatkan kemampuannya, melakukan ritual membaca mantra syirik, melaksanakan puasa-puasa yang sama sekali tidak dituntunkan Rasul. Para ustadz yang meruqyah memurnikan keta’atan pada Allah tidak berbuat syirik dan bid’ah, para pasien yang diruqyah disunahkan untuk selalu membaca doa yang disyari’ahkan. Kyai Luthfi tidak menyukai ruqyah syar’iyyah yang memurnikan keta’atan pada Allah tidak berbuat syirik dan bid’ah sebagai hal yang mengerikan dan menjijikkan dan lebih asyik menyaksikan atraksi kuda lumping yang pemainnya melakukan ritual syirik dan bid’ah
4 Pemain kuda lumping membunyikan peralatan musik dalam atraksinya Para ustadz menyingkirkan berbagai macam alat musik atau suara musik yang diharamkan Allah Kyai M. Luthfi lebih menyukai mendengarkan musik (yang melalaikan) yang diharamkan Allah pada atraksi kuda lumping dibanding para ustadz yang setiap ruqyah akan dimulai menyingkirkan semua musik yang diharamkan Allah.
5 Setelah acara kuda lumping dimulai pemain kuda lumping kesurupan dan melakukan hal-hal yang aneh seperti makan beling, kebal dicambuk, makan ayam hidup-hidup, atraksi kebal senjata tajam, menyemburkan api dari mulutnya. Ketika memperdengarkan lantunan ayat suci al-Qur’an. Selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, mungkin beberapa pasien akan mengalami suatu keadaan tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi  unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak  kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan dalam jiwa, qalb, akal fikiran, inderawi dan fisik  yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur syaitaniyah.

Kyai Luthfi, lebih asyik menyaksikan atraksi kesurupan kuda lumping disertai dengan makan beling, makan ayam hidup-hidup, kebal cambuk, kebal senjata tajam, menyemburkan api dari mulutnya (yang sesungguhnya membahayakan dan haram jika ditiru masyarakat terutama anak-anak).

Dan Kyai Luthfi merasa jijik, ngeri dan lebih menyeramkan menyaksikan dan mengikuti prosesi ruqyah syar’iyyah yang mempunyai keutamaan selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an juga memberikan efek tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah.


[1] Lihat Kamus Umum bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta, Penerbit Balai Pustaka Jakarta. Halaman 63.

[2] Lihat Kamus Umum bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta, Penerbit Balai Pustaka Jakarta. Halaman 419 dan 675.

[3] Lihat Kamus Umum bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S Poerwadarminta, Penerbit Balai Pustaka Jakarta. Halaman 924.

[4] Maaf sebelumnya (bukan maksud kami menyamakan Kyai Luthfi sama dengan setan, kami berlindung pada Allah dari memvonis dan memfitnah seseorang tanpa ada bukti yang jelas), sesungguhnya hanya setan baik dari kalangan manusia dan jin yang sangat takut dan jijik ketika dekat, melihat dan mengikuti prosesi ruqyah syar’iyyah. Lihat surat an-Naas : 6.

5 Tanggapan

  1. Penjelasan Antum sangatlah menghasut dan mencitrakan ulama sedemikian hinanya. Antum (laknatuLlah..) pastilah bagian dari Hizbi Nashrani yang menciptakan kerusuhan dan fitnah di tengah umat Islam.

  2. terimakasih…

  3. Inalillaahi wainna ilaihi roojiuun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: