DEBAT ADMIN VS KYAI LUTHFI DI GROUP FACEBOOK (EPISODE 1)

Saudara agar tahu ruqyah yang syar’iyyah dan ruqyah yang syir’kiyyah
wak yai lutfi jual buku 6- ruqyah dampak dan bahayanya , tapi sekarang dia menjadi peruqyah , [ kiro kiro ora ngelu ta mikir ]
ini buku yang di jual wak yai lutfi
dan ini bantahan dari Ustad Perdana Akhmad
MONGGO DI SIMAK [ BEN ORAN BINGUNG ]
Kita simak diskusi antara Perdana Akhmad Lakoni dan Cak Luthfi Mlg

Ruqyah bukan alat sihir supaya orang jadi kesurupan jin, melainkan metodologi penyembuhan yang dibenarkan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw. Ini dalilnya :
حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوا فِي سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِيَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَتَبَسَّمَ وَقَالَ وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ثُمَّ قَالَ خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ مَعَكُمْ
 
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra berkata: Sesungguhnya beberapa orang Sahabat Rasulullah Saw sedang berada dalam perjalanan. Mereka pergi ke sebuah kampung Arab dan mereka berharap boleh menjadi tamu penduduk kampung tersebut. Namun ternyata penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka. Tetapi ada yang bertanya: Apakah ada di antara kamu yang bisa menjampi?, karena ketua atau penghulu kampung kami sedang sakit. Salah seorang dari para Sahabat menjawab: Ya, ada. Lalu beliau menemui ketua kampung tersebut dan menjampinya dengan surah al-Fatihah. Kemudian ketua kampung tersebut sembuh, Sahabat tersebut diberi beberapa ekor kambing. Beliau tidak mau menerima dan berkata : “Aku akan menyampaikannya kepada Nabi Saw. Beliau pulang menemui Nabi Saw dan menceritakan pengalaman tersebut. Beliau berkata: Ya Rasulullah! Demi Allah, aku hanya menjampi dengan surah al-Fatihah. Mendengar kata-kata itu, Rasulullah Saw tersenyum dan bersabda: Tahukah engkau, bahwa al-Fatihah itu memang merupakan jampi (Ruqyah). Kemudian baginda bersabda lagi: Ambillah pemberian mereka dan pastikan aku mendapatkan bagian bersama kamu.
Riwayat Bukhari di dalam Kitab Pengobatan hadits nomor 5295.
Riwayat Muslim di dalam Kitab Salam hadits nomor 4080.
Riwayat Tirmidzi di dalam Kitab Sholat hadits nomor 1989.
Perdana Akhmad Lakoni Ruqyah bukan alat sihir supaya orang jadi kesurupan jin,
kategori ruqyah bagaimana yang bisa jadi alat sihir jadi kesurupan jin ini harus jelas metodologinya jangan gebyah unyah, sebab ruqyah juga ada yang syar’iyyah dan syirkiyyah.

ruqyah bisa saja memasukkan jin jika :

1. memanggil khodam, prewangan, wali, rijalul ghoib
2. ruqyah bercampur tenaga dalam
3. ruqyah bid’ah dengan kemampuan diawali melakukan riyadhoh puasa bid’ah, merapal dzikir dan wirid yang kaifiyatnya juga bid’ah

4. ruqyah ditambahi pake azimat.
ada banyak bentuk ruqyah sesat dan syirik yang dilakukan KIKUN (Kyai Dukun) yang memang sebagai alat sihir yang membuat kesurupan jin
Cak Luthfi Mlg Kalau orang sadar jadi kesurupan jin atau gila bukankah itu namanya sihir? Merubah yg asalnya sehat jadi sakit jin. Ruqyah bukan membuat madhorot, tapi untuk membuat manfaat. Bukankah sadar jadi gila berarti madhorot bukan manfaat? Kalau yg dilakukan itu untuk membuat orang kerasukan jin jadi sadar itu baru dikatakan ruqyah. Anehnya dibuat gila dulu baru diwaraskan, mengapa perbuatan seperti itu dikatakan ruqyah syar’iayah. Apakah syare’islam itu untuk membuat orang sadar jadi gila ….?? Lha ini yg perlu kita pikirkan Ustadz perdana…. Gimana kalau yg kita buat kesurupan jin itu anak atau istri kita kemudian kita tidak mampu menyadar lagi hingga menjadi gila permanen ?
Perdana Akhmad Lakoni contoh kasus : pasien sakit pada kepalanya lalu ketika dibacakan ayat ruqyah ada jin mengatakan suruhan si fulan untuk menyakiti kepala korbannya.
dalam pandangan Cak Luthhfi : oh ini orang sadar kok jadi kesurupan???
sama saja dengan pandangan orang atheis, ketika ada acara isthighotsah lalu banyak yang menangis keras, bisa saja orang atheis itu mengatakan ” oh ini cuma efek histeria masa, ga ada sama sekali kemampuan dzikir mentazkiyah jiwa dari kotoran emosi negatif
Cak Luthfi Mlg mungkin ga paham , ketika dibacakan ayat ruqyah mungkin ada pasien yang menangis keras atau berteriak, inipun ditinjau dari sisi psikologis sebagai sarana untuk melepaskan semua emosi negatif yang lama terpendam, dan ini bukannya membuat orang menjadi gila melainkan membuat orang jadi lega
Cak Luthfi Mlg Kalau yg bilang jin, dan kita percaya berarti kita bisa diapusi oleh Jin. Itulah hebatnya jin bisa ngapusi Ustadz Perdana yang terkenal itu hehehe.  Kalau yang membuat orang lega dan sembuh itu baru bisa dikatakan ruqyah, kalau yang membuat orang sadar jadi gila lha itu yg perlu dipelajari penyebabnya.
Perdana Akhmad Lakoni Kalau yg bilang jin, dan kita percaya berarti kita bisa diapusi oleh Jin. Itulah hebatnya jin bisa ngapusi Ustadz Perdana yang terkenal itu hehehe
+=================================
cak luthfi, dalam terapi ruqyah lisan orang ngaku jin juga kita terima, sebab jika langsung dikatakan “ini bukan jin, orang ini cuma stress aja” maka akan terjadi bloking/penolakan dari pasien maka terapi ga akan berhasil. seharusnya penerapis mengikuti alur pikir pasien, jika lisannya bilang jin, ya diikuti saja dan dengan tehnik diplomasi jin keluar lalu pasien yakin jinnya pergi maka masalah psikisnya selesai dan pasien sembuh.
Cak Luthfi Mlg Saya berharap kita pecinta ruqyah ini bisa ketemu darat, dipesantren saya boleh. Kita bisa sharing sambil berkuliner riya. Insya Allah saya akan buka kitab tentang JIN dan JUN.
Perdana Akhmad Lakoni cak luhfi, lisan orang yang ga sadar lalu mengaku jin juga terbagi beberapa faktor :
1. memang jizm jin yang masuk
2. gangguan mental psikosomatis
3. skizophrenia
maka 3 faktor ini, semua tehniknya sama ” IKUTI ALUR PIKIR PASIEN” jika dia yakin dirasuki jin ya sudah ikuti, saja dan buat dia yakin jinnya keluar, maka kasus selesai
Cak Luthfi Mlg Terus bagaimana dengan jin yang kita masukkan dalam kesadaran orang yang kita bacai ayat Qur’an itu?    Makanya kita harus bisa membedakan mana orang ngomel karena kerasukan jin mana orang ngomel karena strees. Itu tandanya sama tapi orang yg ngaku ahli harus bisa membedakannya.
Perdana Akhmad Lakoni Terus bagaimana dengan jin yang kita masukkan dalam kesadaran orang yang kita bacai ayat Qur’an itu?
===============================
dalam terapi ruqyah jinnya memang sudah didalam tubuh, ada yang bersifat pasif (tidak menunjukkan eksistensinya) ada yang bersifat aktif (menguasai jiwa dan raga korbannya)
terapi ruqyah ga sama dengan tim pemburu hantu atau dunia lain yang memasukkan jin lalu ditanyai, sebab sifatnya pasief, ada pasien sakit ya dibacain ruqyah adapun reaksinya kita ga pernah tahu apakah akan bereaksi keras (jinnya menunjukkan eksistensinya) atau reaksi halus (muntah-muntah, kesemutan dll)
niat menentukan hasil. dalam terapi ruqyah peruqyah CUMA membacakan ruqyah juga bisa disertai dengan menempelkan tangannya, dan ga ada niat mau masukkan jin, niat seorang peruqyah adalah mengobati adapun reaksi yg ada itu ga bisa ditebak
Cak Luthfi Mlg Kalau setiap orang yg di dalam tubuhnya ada jin harus di Ruqyah? Apa berarti Kanjeng Nabi Muhammad harsu diruqyah. Karena dikatakan semua orang mempunyai Jin Qorin, bahkan lubang hidung manusia saat tidur dijadikan tempat menginap oleh Jin. Besok dalilnya ya Us ….. Aku baru diluar kantor.
Perdana Akhmad Lakoni Makanya kita harus bisa membedakan mana orang ngomel karena kerasukan jin mana orang ngomel karena strees. Itu tandanya sama tapi orang yg ngaku ahli harus bisa membedakannya.
====================================
sepakat saya Cak Luthfi Mlg  dan ini butuh ilmu dan pengalaman, ada memang peruqyah yang amatiran semuanya disebut gangguan jin dan ini adalah oknum 

Kalau setiap orang yg di dalam tubuhnya ada jin harus di Ruqyah? Apa berarti Kanjeng Nabi Muhammad harsu diruqyah. Karena dikatakan semua orang mempunyai Jin Qorin, bahkan lubang hidung manusia saat tidur dijadikan tempat menginap oleh Jin.
+================================================

Cak Luthfi Mlg saya sudah membuat karateriktik jin qarin dan bukan qarin mohon koreksinya jika salah :

Kareteristik jin Qarin :
Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk menyakiti tubuh manusia
Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk membuat manusia kesurupan.
Qarin tidak dapat dimusnahkan/dibunuh dengan bacaan Ruqyah sebab sudah menjadi ketentuan Allah akan mendampingi tiap manusia sampai dia meninggal dunia.
Bisikannya dapat dinetralisir dengan dzikir dan doa (jika Qarinnya kafir) namun tidak dapat dihilangkan 100% .
Seluruh Qarin membisikkan kejahatan kecuali Qarin pada para nabi termasuk Qarin Rasulullah hanya bisa membisikkan kebaikan.
Bisikan Qarin berupa dorongan/gerak hati untuk melakukan suatu dosa. Contohnya ada niat dalam hati untuk berzina dengan pacar, waspadai ini bisikan qarin.
Bisikan Qarin juga bisa menyamar menjadi bisikan hati. Contoh : seorang berbicara dalam hatinya : “ udah haus nih kayaknya batalin aja puasa hari ini udah ga tahan lagi” padahal dia sedang berpuasa, waspadai ini bisikan qarin .
Bahkan setiap Ulama, ustadz, para peruqyah atau masyarakat awam tetap memiliki qarin yang membisikkan kejahatan. Yang jika Ulama, ustadz, peruqyah atau masyarakat awam banyak berdzikir maka semua bisikan/gerak hati dari perbuatan qarin dapat dinetralisir (tidak tergoda).
Bisikan Qarin sangat samar dan tidak dapat diajak dialog.
Bisikan Qarin membuat was-was manusia.
Bisikan Qarin tidak memiliki kemampuan untuk menghina Allah dan Rasulnya.
Qarin memiliki kemampuan untuk membuat angan-angan kosong pada manusia.

Karateristik Jin Bukan Qarin :
Memiliki kemampuan untuk menyakiti tubuh manusia.
Memiliki kemampuan untuk membuat manusia kesurupan.
Dapat diusir, dimusnahkan atau dibunuh dengan bacaan Ruqyah.
Bisikan Jin bukan Qarin sangat jelas ditelinga dan bisa diajak dialog.
Bisikan Jin bukan Qarin bisa dihilangkan 100% dengan dzikir dan doa.
Bisikan Jin bukan Qarin membisikkan kejahatan pada seluruh manusia namun tidak diberi Kemampuan oleh Allah untuk membisikkan kejahatan pada para Nabi. (jika ada jin bukan qarin mendekat bisa ditangkap para nabi bahkan disekik sebagaimana Jin bukan Qarin yang mendekati Rasulullah ketika sholat ditangkap dan dicekik Rasulullah)
Bisikan Jin non Qarin berupa dorongan/gerak hati untuk melakukan suatu dosa. Contohnya ada niat dalam hati untuk berzina dengan pacar, waspadai ini bisikan qarin.
Bisikan jin Non Qarin juga bisa menyamar menjadi bisikan hati. Contoh : seorang berbicara dalam hatinya : “ udah haus nih kayaknya batalin aja puasa hari ini udah ga tahan lagi” padahal dia sedang berpuasa, waspadai ini bisikan qarin .
Tidak setiap orang dapat diperdaya jin non karin, jika ada seseorang membaca doa perlindungan maka jin non qarin benar-benar tidak dapat mendekati dan mempengaruhi manusia.
Bisikan Non Qarin memiliki kemampuan untuk menghina Allah dan Rasulnya.
Jin non Qarin juga memiliki kemampuan untuk membuat angan-angan kosong dan was-was pada manusia.

Wallahua’lam…………

Cak Luthfi Mlg Soal membedakan orang stres dg orang kesurupan jin itu bisa melalui foto fotonya. Namun demikian hasilnya subyektif, hanya bisa diketuhui oleh ahlinya.
Perdana Akhmad Lakoni Soal membedakan orang stres dg orang kesurupan jin itu bisa melalui foto fotonya. Namun demikian hasilnya subyektif, hanya bisa diketuhui oleh ahlinya.
+=============================
melihat secara dzahir bisa saja , sebab memang ada ilmu mendiagnosa penyakit melalui wajah, mata. lidah dan ini bisa lewat foto, namun jika mendiagnosa secara metafisis lalu bisa menebak ada jinnya,bentuk jinnnya, berapa jumlah jinnya ini musykila dan termasuk mengaku hal ghoib hukumnya bisa menyesatkan apalagi jika mendapatkan ilmunya dari mengamalkan ilmu hikmah
Cak Luthfi Mlg Tentang kreteria jin qorin itu saya setuju sebagian dan tidak sebagian. Saya sudah menulis tentang jin qorin ini dalam buku saya yang berjudul “Ruqyah” dampak dan bahayanya. Buku tersebut jangan dibaca bab 1 saja. 5 bab berikutnya terdapat banyak hal yg sangat penting bagi pelaku ruqyah.

Perdana Akhmad Lakoni Kalau setiap orang yg di dalam tubuhnya ada jin harus di Ruqyah? Apa berarti Kanjeng Nabi Muhammad harsu diruqyah. Karena dikatakan semua orang mempunyai Jin Qorin, bahkan lubang hidung manusia saat tidur dijadikan tempat menginap oleh Jin.
+===================================

jawab :
bagian dari ruqyah adalah dzikir dan doa, membaca dzikir dan doa atau membaca qur’an adalah bagian dari ruqyah mandiri, setiap orang yg ada jinnya baik dari jin qarin atau non qarin ya harus ruqyah juga untuk memperlemah atau membelenggu jinnya agar tidak dapat membisiki atau mempengaruhi dan ini adalah sunnatullah muslim

Cak Luthfi Mlg Membaca foto itu dari dua hal. 1. Aura wajahnya dan 2. Sorot matanya. Apa yang ada di dalam dada manusia bisa dibaca dari sorot mata dan aura wajah tersebut. Sorot mata adalah sorot kehidupan, ketika orang senang maka matanya memancarkan sorot senang, begitu pula sebaliknya. Ketika sorot mata itu tidak utuh sorot kemanusiaan? Berarti ada dua hal disana, satu sorot kehidupan jin dan satunya sorot kematian. dengan ilmu dan izin Allah orang beriman bisa membacanya.  Adapun yg kedua adalah aura wajah. Disitulah tanda-tanda tapak tilas perbuatan manusia yg catatannya sebenarnya menggantung di leher seperti kalung, tapi auranya memancar di guratan wajah pelakukan. Dg ilmu dan Nur Allah serta izinnya orang beriman bisa membacanya. Maka mendiagnosa penyakit manusia itu bisa melalui dua hal tersebut.
Perdana Akhmad Lakoni Membaca foto itu dari dua hal. 1. Aura wajahnya dan 2. Sorot matanya. Apa yang ada di dalam dada manusia bisa dibaca dari sorot mata dan aura wajah tersebut. Sorot mata adalah sorot kehidupan, ketika orang senang maka matanya memancarkan sorot senang, begitu pula sebaliknya. Ketika sorot mata itu tidak utuh sorot kemanusiaan? Berarti ada dua hal disana, satu sorot kehidupan jin dan satunya sorot kematian. dengan ilmu dan izin Allah orang beriman bisa membacanya.
Adapun yg kedua adalah aura wajah. Disitulah tanda-tanda tapak tilas perbuatan manusia yg catatannya sebenarnya menggantung di leher seperti kalung, tapi auranya memancar di guratan wajah pelakukan. Dg ilmu dan Nur Allah serta izinnya orang beriman bisa membacanya. Maka mendiagnosa penyakit manusia itu bisa melalui dua hal tersebut.
==========================================
Jawab :
Saya percaya cak luthfi itulah yang dinamakan bashiroh yang bisa dimiliki seorang muslim, tapi sepengetahuan saya bashiroh ini adalah semacam karomah yang tidak bisa dipelajari, diturunkan, dimaharkan ilmunya
Cak Luthfi Mlg Dalam hidup ini tidak ada yg tidak bisa dipelajari, apa itu karomah, atau ma’unah atau kasyaf, semua itu ada ilmunya dan cara menggapainya. Tentunya bagi orang yang punya kemampuan. Padahal kemampuan itu bisa dilihat tanda-tandanya, yakni kemauan. Jidi jika kita punya kemuan untuk mendapatkan apa saja, itu berarti kita punya kemampuan. Tinggal kita menindaklanjutinua dengan usaha dan latihan. Dalam hal ini kita butuh guru pembimbing. Jangan kan ilmu tentang makhluk, karomah itu ilmu tentang urusan makhluk, ilmu tentang kholik aja ada ilmunya. Itulah namanya ilmu ma’rifatullah.
Perdana Akhmad Lakoni saya belum pernah menemukan para sahabat mempelajari ilmu karomah, ada kaifiyatnya ada riyadhohnya, tolong berikan saya 1 saja bukti para sahabat mempelajari ilmu untuk mendapatkan karomah, justru dengan ketaatan pada Allah ikhlas beribadah tanpa mengharapkan karomah, para sahabat selalu mendapatkan pertolongan Allah.
saya sudah membahas tentang karomah ini di http://metafisis.net/…/beda-mujizat-karamah-dengan-sihir/
Cak Luthfi Mlg “Justru dengan ketaaatan kepada Allah ihlas beribadah tanpa mengharapkan karomah”
Bukankah untuk melakukan itu semua tidak mudah hingga untuk melakukan itu semua salik butuh ilmu serta guru pembimbing. Itulah namanya ilmu amal atau dg istilah lain disebut ilmu thoriqoh.
Perdana Akhmad Lakoni contoh kaifiyah yg aneh-aneh untuk mendapatkan karomah :
puasa 40 hari, mutih, tiap malam merapal asma’ul husna 10.000 kali diertai konsentrasi di mata, lalu katanya akan dapat ilmu melihat alam ghoib, ini contoh ritual bid’ah yang banyak dilakukan dan menghasilkan khodam jin merasuk dalam dirinya.
Bukankah untuk melakukan itu semua tidak mudah hingga untuk melakukan itu semua salik butuh ilmu serta guru pembimbing. Itulah namanya ilmu amal atau dg istilah lain disebut ilmu thoriqoh.
=======================================
thoriqoh mu’tabaroh juga banyak alirannya(naqsyabandiyah, qadiriah, rifaiyah dll) dan membuat cara-cara sendiri dalam amalan ilmunya yang caranya banyak tidak pernah dicontohkan Rasulullah dan para sahabat, contoh kecilnya kepercayaan mengenai titik lathifa pada tubuh, hingga dzikirpun harus menuju titik lathifa , ini bentuk 1 saja contoh ritual yang mendatangkan khodam . lalu jika dzikir lathifa ini mendatangkan keluar biasaan tidak bisa disebut karomah lebih tepatnya sihir
Cak Luthfi Mlg Amalan seperti itu bukan untuk menghasilkan karomah tapi mencari khodam. Dan jika dasarnya nafsu maka orang tersebut akan dikuasai oleh khodan Jin, bukan mendapatkan khodam jin. Karomah itu anugerah Allah kepada hambanya yang mengabdi secara istiqomah. Padahal istiqomah itu lebih utama daripada karomah.
Perdana Akhmad Lakoni Karomah itu anugerah Allah kepada hambanya yang mengabdi secara istiqomah. Padahal istiqomah itu lebih utama daripada karomah.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++
SEPAKAT
Cak Luthfi Mlg Kalau tentang titik lathifah itu barangkali kita perlu belajar kepada ahlinya bukan kepada penentangnya.
Perdana Akhmad Lakoni TITIK lathifah selama saya ga dapat haditsnya dari perawi yang shahih maka saya tidak akan mempercayainya sebab pegangan saya adalah Qoul rasul
Cak Luthfi Mlg Iya Ustadz, saya sendiri juga begitu. Selama saya belum menemukan hadis yg menyatakan Rasul saw pernah meruryah orang sadar jadi kesurupan jin, saya menganggap perbuatan itu bid’ah dan sesat.
Perdana Akhmad Lakoni contoh kasus : Cak Luthfi Mlg kedatangan seseorang mau konsul, dia mengatakan “saya sakit kepala” lalu antum mendoakan tiba-tiba ada reaksi keras, lisan nya meracau ngaku jin….
Apakah kasus ini embukatikan cak luthfi memasukkan jin, sebab orang sadar dibuat kesurupan ??

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita datang membawa anaknya kepada rasulullah saw seraya berkata:”Wahai rasulullah, anakku terkena suatu penyakit gila, sebabnya ketika kami makan dia mengambil semua makanan kami lalu merusaknya “. Kemudian Rasulullah saw mengusap dadanya dan meruqyah untuknya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya sesosok binatang aneh yang langsung pergi menghilang(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ad Darami)

JIka alur pikir saya seperti Cak Luthfi Mlg maka saya akan mengatakan ” Ruqyah rasul membuat orang dimasukin binatang aneh lalu muntah” akhirnya dianggap Ruqyah rasul menimbulkan efek negatif keluar binatang dan muntah padahal sebelumnya ga muntah muntah

Cak Luthfi Mlg  kedatangan seseorang mau konsul, dia mengatakan “saya sakit kepala” lalu antum mendoakan tiba-tiba ada reaksi keras, lisan nya meracau ngaku jin….
===========================
Saya belum pernah mengalami peristiwa seperti di atas , yang ada orang masuk dalam keadaan tidak sadar, ngamok-ngamok karena kerasukan Jin, keluar jadi sadar dan pulang dalam keadaan sembuh. Kalau yang seperrti ini tidak terbilang jumlahnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang wanita datang membawa anaknya kepada rasulullah saw seraya berkata:”Wahai rasulullah, anakku terkena suatu penyakit gila, sebabnya ketika kami makan dia mengambil semua makanan kami lalu merusaknya “. Kemudian Rasulullah saw mengusap dadanya dan meruqyah untuknya, lalu anak itu muntah dan keluar dari mulutnya sesosok binatang aneh yang langsung pergi menghilang(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ad Darami)
==============================
Di hadis ini kan jadi sangat jelas masalahnya. Rasul mengusap dada dan meruqyah si pasien bukan membacakan ayat kepada orang sadar jadi Gila.
Tolong Ustadz kalau ngasih dalil jangan terjemahannya. Soalnya hadis Nabi itu tidak ada yang bahasa Indonesia …. hehehe
Sola Jin Qorin:
Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk menyakiti tubuh manusia
Tidak diberi kemampuan dari Allah Ta’ala untuk membuat manusia kesurupan.
================
Yang pertama saya sepakat. Yang kedua tidak.
Saya sering menangani orang kesurupan Qorinnya sendiri. Sifat kesurupan jin qorin dengan jin luar ini berbeda. Saat manusia kesurupan Jin qorin, manusianya sesungguhnya masih sadar tapi tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga ketika sadar manusianya ingat benar apa yang sudah terjadi dalam dirinya selama kesurupan. Kalau kesurupan jin biasa manusianya sama sekali tidak ingat lagi apa yang terjadi saat kesurupan. Sehingga saya menyimpulkan kesurupan jin qorin jauh lebih berat menanganinya dibandingkan kesurupan jin biasa.
Inilah contoh pemahaman para Ustadz Peruqyah yang ngisin-ngisini itu. Dalam gambar dibawah ini ditulis : Ada dua Pasien yang yang sisa dalam
==================
Yang dikatakan pasien disini adalah orang kesurupan jin yang belum bisa disadarkan kembali, padahal penyebab kesurupannya perbuatan mereka sendiri, yakni menyihir dengan bacaan ayat-ayat al-Qur’an kepada orang tersebut yang asalnya sadar jadi GILA. Yang menjadi lucu di sini orang yang gila itu ternyata tidak dapat disembuhkan langsung malam itu hingga masih tersisa, mengapa hal tersebut dikatakan pasien, mestinya kurban penganiayaan bukan pasian. Seandainya 2 orang itu datang memang sudah kesurupan jin baru bisa dikatakan pasien, ini kan orang sadar jadi gila akibat perbuatan mereka, mengapa dikatakan pasien …. ?
Terus peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa yang mereka katakan ruqyah itu RACUN bukan Obat. Terbukti orang yang diruqyah itu asalnya sehat menjadi sakit ingatan.
Coba dibayangkan, seandainya korban yang diruqyah itu keluarga mereka sendiri, anak istri mereka bukan orang lain,yang asalnya sadar jadi gila dan tidak bisa disadarkan lagi hingga menjadi sakit gila permanen… barangkali mereka jadi sadar. Ternyata ruqyah yang mereka banggakan itu sebenarnya bukan obat tapi racun yang mematikan.
 
Perdana Akhmad Lakoni saya punya contoh bentuk dzikir dan doa yang membuat orang sadar seeperti gila yang dilakukan banyak tarekat sufiyah lihat di http://www.youtube.com/watch?v=uDh4s02Hfkw , jika dilihat secara dzhohir sudah pantas saya seperti cak luthfi mengatakan “dzikir sufi membuat orang sadar jadi gila”
 
Cak Luthfi Mlg Siapapun Anda orangnya, Ustadz atau Kiai atau dukun yang mengaku Kiai, atau kumpulan tarekat sufi, ketika ada orang datang kepada Anda dalam keadaan sadar kemudian Anda bacakan ayat-ayat menjadi kesurupan jin, asalnya waras menjadi gila, asalnya sehat menjadi sakit, berarti itu ayat-ayat yang anda baca itu bukan ruqyah melainkan mantra sihir, berarti itu bukan ngobati tapi menyakiti.
Al-Qur’an bisa untuk nyihir bahkan bisa untuk menyantet, itu tergantung yang menggunakan. Bahkan apapun yang ada di dunia ini bisa membawa dua fungsi, positif dan negatif. Seperti obat juga demikian, jika ada ditangan orang yang salah, obat bisa jadi narkoba. Al-Qur’an juga demikian. Maka hati-hatilah dalam hidup
 

Perdana Akhmad Lakoni jangan sebut ruqyah dulu, saya mau buat analogi : ada seorang datang mengeluhkan bahwa dia stress banyak fikiran, lalu penerapis nya mulai melakukan metode mengeluarkan semua emosi negatifnya dampaknya terjadi proses seperti “histeria” yaitu nangis-nangis dan teriak-teriak, lalu apakah mau dikatakan metode terapis itu salah sebab semula orang sadar lalu dibuat seperti gila ???

padahal yang dilakukan penerapis adalah mencoba membantu pasien mengeluarkan semua emosi negatifnya dengan bentuk seperti histeria. kita saja orang normal ketika banyak tekanan bathin efeknya menangis keras dan ini mekanisme sunnatullah mengeluarkan emosi negatif dan melegakan fikiran

 

sadar .> ruqyah > histeria

sadar > istighotsah > histeria (kesurupan) http://news.detik.com/…/siswi-mts-kesurupan-saat-gelar…

 
mau disalahkan ruqyahnya , istighotsahnya, relaksasinya? padahal ujungnya sama (mengeluarkan emosi dan tekanan bathin, atau kotoran syaithaniyah) dan sesudahnya lega

Cak Luthfi Mlg jangan sebut ruqyah dulu, saya mau buat analogi : ada seorang datang mengeluhkan bahwa dia stress banyak fikiran, lalu penerapis nya mulai melakukan metode mengeluarkan semua emosi negatifnya dampaknya terjadi proses seperti “histeria” yaitu nangis-nangis dan teriak-teriak, lalu apakah mau dikatakan metode terapis itu salah sebab semula orang sadar lalu dibuat seperti gila ???

padahal yang dilakukan penerapis adalah mencoba membantu pasien mengeluarkan semua emosi negatifnya dengan bentuk seperti histeria. kita saja orang normal ketika banyak tekanan bathin efeknya menangis keras dan ini mekanisme sunnatullah mengeluarkan emosi negatif dan melegakan fikiran
====================
Yang ini perlu kita kaji Us, jika hesterisnya sampai menjadikan orang tersebut kesurupan jin berarti ada yang salah dalam pelaksanaan. Karena tujuan pengobatan bagaimana orang sakit jadi sehat bukan sebaliknya. Orang kesurupan jin itu adalah orang sakit, bahkan sakit kesadarannya.
Saya melakukan terapi seperti ini setiap malam rabu, Anda bisa mencoba sajian kami di pesantren …. hehehe

 
Perdana Akhmad Lakoni dalam terapi ruqyah, Selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur‟an/ruqyah, mungkin beberapa pasien akan mengalami suatu keadaan tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan dalam jiwa, qalb, akal fikiran, inderawi dan fisik yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur syaitaniyah.
 

 ada contoh kasus lain : ada pasien setiap mendengarkan azan kesurupan APAKAH AZAN LANGSUNG DITUDING PENYEBAB KESURUPAN ??

tentu tidakkan sebab pasti ada faktor penyebab setiap mendengar azan kesurupan dan bukan azannya yang disalahkan.

Begitu juga dalam ruqyah ketika dibacakan ruqyah pasien tiba-tiba kesurupan pasti ada faktor X yang membuat pasien ga tahan mendengar ruqyah akhirnya kesurupan, dan bukan ruqyah atau azannya disalahkan  ruqyah, relaksasi, istighotsah hanya metode katarsis (menyalurkan/mengeluarkan) semua bentuk beban psikis baik dari dalam dirinya atau faktor gangguan jin
 
Cak Luthfi Mlg dalam terapi ruqyah, Selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur‟an/ruqyah, mungkin beberapa pasien akan mengalami suatu keadaan tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan dalam jiwa, qalb, akal fikiran, inderawi dan fisik yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur syaitaniyah.
====================
Asal tidak sampai terjadi kesurupan jin, kalau terjadi kesurupan jin berarti upaya kita kebablasan dan itu salah bahkan bisa berakibat fatal. Ini tantangan para peruqyah Ustadz
 
Perdana Akhmad Lakoni Asal tidak sampai terjadi kesurupan jin, kalau terjadi kesurupan jin berarti upaya kita kebablasan dan itu salah bahkan bisa berakibat fatal. Ini tantangan para peruqyah Ustadz
=====================================
kesurupan itu bahasa tradisionalnya pak yai, bahasa kerennya unconsiousnes (ilmiyah), kalo hipnotis disebut abreaksi, istilah psikologi disebut split personality, setiap efek trance bukanlah berakibat negatif sebab itu secara alamiyah proses detoksifikasi dan ini diakui manjur menyembuhkan gangguan psikis.
Proses detosksifikassi banyak sekali dari pengeluaran emosi negatif sampai pengeluaran gangguan jin.
 
Cak Luthfi Mlg begitu juga dalam ruqyah ketika dibacakan ruqyah pasien tiba-tiba kesurupan pasti ada faktor X yang membuat pasien ga tahan mendengar ruqyah akhirnya kesurupan, dan bukan ruqyah atau azannya disalahkan ruqyah, relaksasi, istighotsah hanya metode katarsis (menyalurkan/mengeluarkan) semua bentuk beban psikis baik dari dalam dirinya atau faktor gangguan jin
===================
Faktor X itu karena orang tersebut sudah terinfeksi virus jin sejak dalam kandungan ibunya, karena jin memang sudah berupaya menguasai manusia sejak manusia itu dalam kandungan ibunya.
 
Perdana Akhmad Lakoni ? atau menyembuhkan orang kena sihir ? banyak orang yang terkena sihir atau santet itu yang sudah kita tangani dan mendapat kesembuhan, jumlahnya sudah tidak terhitung Ustadz
=================================
sama pak yai kami juga sudah takk terhitung, ada 1 kasus gangguan santet pasien muntah peniti hanya dibacakan surat Al-Baqarah , muntah hanya 1 saja contoh detoksifikasi jika dalam tubuhnya ada bande sihir, kalo orangnya stress banyak fikiran ya nangis nangis ketika dibacakan Al-Qur’an, kalo pasien banyak memendam kekesalan ya teriak-teriak ketika dibacakan ruqyah, kalo pasien kena gangguan jin ya jinnya ngomong ketika diruqyah.

 
Cak Luthfi Mlg proses detosksifikassi banyak sekali dari pengeluaran emosi negatif sampai pengeluaran gangguan jin
================
Untuk mengeluarkan jin bukan untuk memasukkan jin dalam kesadaran hingga menjadikan orang kesurupan jin
 
Perdana Akhmad Lakoni Untuk mengeluarkan jin bukan untuk memasukkan jin dalam kesadaran hingga menjadikan orang kesurupan jin
===============================
apa bukti ruqyah memasukkan jin ?
contoh ada orang kena sihir dibacakan surat Al-baqarah lalu terjadi kesurupan, apa al baqarah memasukkan jin ?
 
Cak Luthfi Mlg apa bukti ruqyah memasukkan jin ?
contoh ada orang kena sihir dibacakan surat Al-baqarah lalu terjadi kesurupan, apa al baqarah memasukkan jin ?
===================
Bukan al-Baqorohnya yang memasukkan jin tapi pembacanya. Buktinya ya itu, asalnya sadar jadi kesurupan jin, asalnya kehidupan manusia jadi kehidupan jin, bukankah itu berarti jin mampu memblokir kehidupan manusia hinggga jasad manusia itu dijadikan sarana untuk menunjukan eksisnya di dunia manusia ?, butuh bukti apalagi Ustadz … ?
 
  • Perdana Akhmad Lakoni Bukan al-Baqorohnya yang memasukkan jin tapi pembacanya. Buktinya ya itu, asalnya sadar jadi kesurupan jin, asalnya kehidupan manusia jadi kehidupan jin, bukankah itu berarti jin mampu memblokir kehidupan manusia hinggga jasad manusia itu dijadikan sarana untuk menunjukan eksisnya di dunia manusia ?
    +==============================

    Al-baqarah jelas ada ayat 255 yg dalam hadits jika dibaca bisa mengusir jin, setiap pembaca (roqi) hanya membacakan, jadi menurut pak yai setiap roqi yang membaca al-baqarah memasukkan jin, lalu kategori roqi mana yang membaca Al-baqarah yang ga memasukkan jin ??

  • Cak Luthfi Mlg Roqi yang salah itu bila pendengarnya malah kesurupan jin, mestinya orang kesurupan jin di ruqyah jadi sadar, ini baru benar. berarti ada yang salah dalam pelaksanaan.
Melaksanakan pelatihan ruqyah itu tidak harus ada kelinci percobaan, orang sadar jadi kesurupan. Pelatihan di tempat saya bisa disambi berkuliner ria … hehehe. Monggo kalau minat, insya Allah akan diladeni dengan para santri dengan gratis servis
  • Perdana Akhmad Lakoni Roqi yang salah itu bila pendengarnya malah kesurupan jin, mestinya orang kesurupan jin di ruqyah jadi sadar, ini baru benar. berarti ada yang salah dalam pelaksanaan.
    ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    Jawab :

    Tahapan-tahapan Dalam Psikoterapi Ruqyah yang biasa kami lakukan dan sudah diteliti secara ilmiyah dan syar’iyyah dan ulasan saya ini alhamdulillah sudah masuk jurnal psikologi dan saya sudah presentasi ke banyak psikolog, PERTANYAAN SAYA : DIMANA LETAK SALAH DALAM PELAKSANAANNYA DARI TAHAPAN DIBAWAH INI ?

    Penjabarannya adalah sebagai berikut:
    1. Persiapan Sebelum Psikoterapi Ruqyah.

    a. Berwudhu.
    Para Pasien sebelum mengikuti prosesi terapi ruqyah harus berwudhu terlebih dahulu untuk mesucikan dirinya agar dirinya selalu dijaga malaikat yang ditugaskan Allah SWT. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam telah bersabda;”Bersucilahkamu atas tubuh kamu. Sesungguhnya tiada seorang hambapun akan terjaga kebersihannya melainkan dia menjaga kebersihannya tentang pakaian atau lain-lainnya yang dia miliki. Tidak akan terjadi perkara jahad melainkan berkata malaikat:”Ya Allah! Ampunkanlah hamba-Mu ini karena sesungguhnya dia menjaga kesuciannya (berwudhu).” (HR.Thabrani).
    Wudhu selain sudah dituntunkan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam dalam penelitian terakhir ternyata memiliki efek refreshing, penyegaran, membersihkan badan dan jiwa, serta pemulihan tenaga. Oleh karena itu dapat dipahami apabila ada seseorang yang sedang marah oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam disarankan mengambil air wudhu, yaitu sesuai dengan sabdanya:”Apabila engkau sedang marah maka berwudhulah”.

    b. Mendengarkan Nasehat-Nasehat Agama dan Petunjuk Pelaksanaan Psikotrapi Ruqyah.
    Para pasien dinasehati agar tidak berbuat syirik kepada Allah SWT yaitu memegang teguh kalimah Lailahailallah dalam setiap tindakan dan perbuatan, selalu mendekatkan diri pada Allah dengan melaksanakan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah. Menjauhi sikap
    ujub, takabur, riya dan sikap-sikap setan lainnya, dalam setiap ikhtiar yang dilakukan selalu menyerahkan urusannya pada Allah, karena tiada daya upaya selain pertolongan Allah semata. Para pasien juga diberitahu apa yang harus dilakukan pasien dalam prosesi terapi ruqyah agar dapat berhasil dengan baik dan sempurna.

    c. Berbaring atau duduk dengan mengambil sikap relaksasi tubuh (otot) yang enak dan nyaman dan relaksasi fikiran.
    Dengan berbaring atau duduk dengan melemaskan dan mengendorkan semua bagian tubuh termasuk otot menurut Walker, dkk. (1981) (dalam Haryanto, 2002) mengutip beberapa hasil penelitian bahwa relaksasi otot ini ternyata dapat mengurangi kecemasan, tidak dapat tidur (insomnia), mengurangi hiperaktifitas pada anak, mengurangi toleransi sakit dan membantu mengurangi merokok bagi para perokok yang ingin sembuh atau berhenti merokok. Penelitian yang dilakukan oleh Dr.Johana Endang Prawitasari (1988) (dalam Haryanto.2002) dengan menggunakan teknik relaksasi otot, relaksasi kesadaran indra, hasilnya menunjukkan bahwa teknik-teknik tersebut ternyata efektif untuk mengurangi keluhan berbagai penyakit terutama psikosomatis. Dengan relaksasi fikiran atau kesadaran indra dapat mengatasi kecemasan, stress, depresi, insomnia atau rangguan kejiwaan yang lain. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa dengan relaksasi penenangan fikiran terhadap gelombang-gelombang otak atau EEG (electro-encyphalographic) menunjukkan otak lebih banyak mengeluarkan gelombang-gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan atau kondisi relaks.

    2. Pelaksanaan Terapi Ruqyah Massal.
    a. Mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an dengan Khusyuk.
    Setelah berwudhu dan mengambil sikap tubuh yang enak dan nyaman serta menenangkan fikiran. Maka para pasien diperdengarkan dengan lantunan bacaan Ayat Suci Al-Qur‟an dengan khusyuk dan boleh mengikuti bacaan Ayat suci Al-Qur‟an dalam hati. Al-Qur‟an secara harfiah (kata demi kata, bukan hanya makna) merupakan obat bagi penyakit-penyakit hati. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur‟an :
    “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu suatu pelajaran dari Tuhanmu, dan penyembuh terhadap penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat untuk orang-orang yang beriman.” (Yunus,10:57) Nabi SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur‟an!Karena sesungguhnya Allah Ta‟ala berfirman : “Al-Qur‟an itu obat bagi penyakit yang ada dalam dada”. Oleh karena itu mendengarkan atau membaca Al-Qur‟an dapat dijadikan sebagai teknik membersihkan jiwa dari segala penyakit-penyakit hati (iri, dengki, sombong, ujub, takabur, riya, dan lain sebagainya).
    .
    b. Pasien Merasakan Sensasi yang Terjadi Selama Prosesi Mendengarkam Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an.
    Setelah berwudhu, melakukan relaksasi otot dan fikiran lalu mendengarkan dengan khusyuk lantunan ayat suci Al-Quran, para pasien yang merasakan stres, kegundahan dan kesempitan dalam dadanya akan mendapatkan suatu pengalaman spiritual dan ketenangan luar biasa pada dirinya. sebab salah satu cara ingat kepada Allah (dengan dzikir, mendengarkan dan membaca Al-Qur‟an) memberikan efek ketenangan, ketentraman, tidak cemas, stres atau depresi. Sebagaimana Allah Ta‟ala berfirman:
    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”(QS.Al-Anfal (8):2)
    Allah Ta‟ala juga berfirman: “Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut pada Tuhannya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka diwaktu mengingat Allah.”(QS.Az-Zumar (39):23)
    Firman Allah Ta‟ala:“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah ,hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”(QS.Ar-Ra’d(13):28)
    Alan Goldstein (dalam Haryanto 2002) telah menemukan semacam zat morfin alamiah pada diri manusia, yaitu dalam otak manusia yang disebut endogegonius morphin atau yang sering disingkat dengan endorphin atau endorfin yang memiliki fungsi kenikmatan (pleasure principle). Zat tersebut dapat dirangsang dan mempercepat tubuh untuk memproduksi endorfin dengan cara relasasi otot dan fikiran yang mengeluarkan gelombang-gelombang alfa yang berhubungan dengan ketenangan dan kondiri relaks dalam menikmati lantunan ayat suci Al-Qur‟an.
    Selain memberikan efek ketenangan dalam mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur‟an, mungkin beberapa pasien akan mengalami suatu keadaan tazkiah (pensucian jiwa) untuk menghilangkan atau melenyapkan segala kotoran dan najis yang terdapat dalam dirinya secara psikologis dan rohaniyah. Dimana dapat terjadi kondisi unconscious (ketidaksadaran) seperti menangis tanpa terkendali yang mengeluarkan semua ketegangan dalam dirinya bahkan gerak tubuhnya menjadi tidak terkendali (yang akan langsung ditangani khusus oleh Ustadz yang meruqyah) jika dalam dirinya sudah sangat banyak kotoran-kotoran dosa dan kemaksiatan dalam jiwa, qalb, akal fikiran, inderawi dan fisik yang tercemari sifat-sifat dan unsur-unsur syaitaniyah.  

  • 3. Pelaksanaan Konseling dan Psikoterapi Ruqyah Pada Diri Pasien Secara Pribadi.
    Setelah para pasien diruqyah secara massal maka selanjutnya mu‟alij (sebutan untuk orang yang memberikan terapi ruqyah) memberikan konseling dan ruqyah secara orang-perorang sesuai dengan keluhan atau penyakit yang ada pada fisik atau bathin pada dirinya.

    a. Pemberian Konseling
    Konselor (Ustadz yang menerapi) memberikan bimbingan, pelajaran dan pedoman pada individu yang meminta bimbingan (klien) dalam hal bagaimana seharusnya seorang klien dapat mengembangkan potensi akalnya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinan serta dapat menanggulangi problematika hidup dan kehidupannya dengan baik dan benar secara mandiri yang berparadigma kepada Al-Qur‟an dan As-Sunnah Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam.

    b. Psikoterapi Ruqyah Khusus
    Konselor membacakan ayat-ayat suci Al-Qur‟an juga berfungsi sebagai permohonan (doa) agar senantiasa dapat terhindar dan terlindungi dari suatu akibat hadirnya musibah, bencana atau ujian yang berat. Yang mana hal itu dapat mengganggu keutuhan dan eksistensi kejiwaan (mental). Kerena dalam kehidupan nyata sehari-hari tidak sedikit orang menjadi stres, depresi dan frustasi bahkan menjadi hilang ingatan dan kesadarannya karena keimanan dalam dada tidak kokoh, mental sangat rapuh dan lingkungan jauh dari perlindungan Allah, dan dari orang-orang yang Shalih. Setelah konselor membacakan ayat-ayat suci Al-Qur‟an juga berfungsi sebagai permohonan (doa) agar senantiasa dapat terhindar dan terlindungi dari suatu akibat hadirnya musibah, bencana atau ujian yang berat. Maka konselor juga membaca ayat-ayat Al-Qur‟an dan do‟a-do‟a Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam secara khusus sesuai dengan penyakit yang diderita pasien untuk memberikan penyembuhan atau pengobatan terhadap penyakit kejiwaan (mental), bahkan dapat juga mengobati penyakit fisik, gangguan jin dan serangan sihir sesuai dengan apa yang diderita dan dirasakan pasien.

  • Melaksanakan pelatihan ruqyah itu tidak harus ada kelinci percobaan, orang sadar jadi kesurupan. Pelatihan di tempat saya bisa disambi berkuliner ria … hehehe. Monggo kalau minat, insya Allah akan diladeni dengan para santri dengan gratis servis
    +++++++++++++++++++++++++++++++++
    DALAM pelatihan ruqyah ada sesi , teori, praktek dan sesi pengobatan.

    yang datang ada beberapa pasien yang pada sessi pengobatan diterapi (disaat inilah ada reaksi detoksifikasi seperti histeria/kesurupan), kami juga sambil kuliner juga lho ada snack dan makan siang

Perdana Akhmad Lakoni Cuma tanya aja Cak LUTHFI ini dari tarekat SUFI apa dan apakah ngasih tholasim dalam terapinya ?
 
Cak Luthfi Mlg Thoroqoh saya Qodiriyah wa Naqsyabandiyah Al-Usmaniyah. Setiap malam rabu saya dan teman-teman mengadakan terapi khusus untuk peneymbuhan berbagai penyakit, bahkan penyakit ekonomi dan sosial dan ada acara makan gratis
 
Perdana Akhmad Lakoni Ngasih tholasim ga Pak Yai? Sebagai pegangan pasien atau disimpan dirumah atau dikubur dalam tanah?
 
Selama istighotsahnya bersumber dari Qur’an dan hadits doanya gapapa Pak YAI, cuma kami salafy wahabi ga biasa manggil para wali seperti syaikh abdul qadir jailani dll to tawasulan atau baca hizib dan shalawat yg ga ada dalam hadits
Cak Luthfi Mlg Tidak pake Tholasim Us, bahkan saya tidak ngerti apa yang dimaksud tholasim itu

Perdana Akhmad Lakoni beberapa hal yang disepakati bersama :
1. Ruqyah ( doa dari ayat suci Al-Qur’an dan doa Rasul) bukan untuk memasukkan jin.
2. Bukan salah ruqyah nya ( doa dari ayat suci Al-Qur’an dan doa Rasul) jika ada mall praktek dalam terapi ruqyah melainkan kaifiyat (cara/metode) nya benar atau salah

YANG TIDAK DISEPAAKATI :

Pak Yai menganggap jika pasien yang dibacakan ayat suci Al-Qur’an dan doa Rasulullah (ruqyah) semula sadar lalu setelah dibacakan ruqyah kesurupan maka ruqyahnya memasukkan jin.

Sedangkan saya beranggapan bahwa reaksi bicaranya jin dalam tubuh peruqyah adalah salah satu proses detoksifikasi (pengeluaran penyakit) dimana memang sebelum diruqyah sudah ada jin dalam diri pasien tersebut.
——————————————————————————

Pak yai menyalahkan para pembaca (roqi) yang membaca Al-Qur’an dalam terapi ruqyahnya yang kata Pak Yai memasukkan jin,

PERTANYAANNYA adalah saya sudah menulis TAHAPAN ILMIYAH PROSESI RUQYAH, dibagian mana tahapan tersebut yang menyimpangnya yang berakibat masukknya jin dan menjadi alat sihir???

Cak Luthfi Mlg Biarkanlah perbedaan itu tetap ada, karena perbedaan itu merupakan rahmat Allah bagi yang mampu mengambil pelajaran di dalamnya. “Lana a’maluna walakum a’malukum”.
Terima kasih Ustadz Pedana Ahmad atas ilmunya. Semoga nambah manfaat untuk saya sekeluarga, amiin.
Sampai bertemu pada forum diskusi dalam tema yang lain, insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: