PENGANTAR

Ruqyah yang beberapa tahun lalu masih menjadi sesuatu yang asing ditelinga  masyarakat Muslim Indonesia, kini keterasingan itu berangsur mulai pudar. Karena banyaknya masyarakat yang sudah mulai mengenal ruqyah. Mereka kenal ruqyah syar’iyyah dari Majalah Al-Iman bil Ghoib, mereka mengetahui ruqyah dari sinetron Astaghfirullah di SCTV, reality show Kehebatan Ruqyah di LATIVI, mereka juga mengenal pengobatan ruqyah dari reality show ruqyah syar’iyyah di TPI yang diadakan oleh majelis dzikir Adz-Dzikra pimpinan Arifin Ilham. Seringnya diadakan seminar dan ruqah massal diberbagai kesempatan dan masyarakat juga sudah memperdalam pengetahuan ruqyah dari buku-buku akidah.

Padahal sebelumnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang satu ini sempat menghilang dari percakapan masyarakat Muslim sehari-hari, dan sirna dari tema-tema pengajian atau materi majlis ta’lim, dan nyaris tidak tersentuh dalam kajian-kajian keislaman yang marak diadakan. Padahal ruqyah adalah bagian dari ajaran Islam. Ia adalah bagian dari materi keislaman yang temanya tidak pernah terlewatkan dalam buku-buku akidah yang telah ditulis oleh para ulama’salaf. Bahkan para ulama’ hadist tidak mau ketinggalan untuk menjadikan materi ruqyah sebagai bagian dari bab atau sub bab yang mereka susun dalam kitab-kitab hadits yang mereka bukukan.

Imam Bukhari membahas ruqyah dalam kitab shahihnya juz 5, Imam Muslim juga membahasnya dalam kitab shahihnya di bab dianjurkannya ruqyah pada juz 4, Abu Daud mencantumkan ruqyah dalam kitabnya juz 4, Tirmidzi membicarakannya dalam materi ruqyah dan pengobatan pada kitabnya dalam juz 4, Imam al-Baihaqi mencatat hadits-hadits tentang ruqyah dalam bab yang diberi judul “Diperbolehkannya ruqyah” pada juz 9, dan dengan judul yang sama Ibnu Hibban menulis tentang ruqyah dalam kitabnya pada juz 13, sedangkan Ibnu Majah meletakkan pembahasan ruqyah dalam kitabnya pada juz 2, lalu al-Hakim memasukkan dalam kitabnya di bab khusus tentang ruqyah dan azimat pada juz 4, kemudian Imam Ahmad bin Hanbal memaparkan hadits-hadits tentang ruqyah dalam kitab musnadnya pada juz 3 dan 6.

Seiring dengan gencarnya berbagai pihak dalam mensosialisasikan ruqyah di tengah masyarakat dewasa ini, akhirnya ruqyah menjadi kalimat yang mulai membumi dan dikenal masyarakat luas. Saat mendengar dengung ruqyah, ada beberapa macam reaksi dan ekspresi masyarakat. Ada yang menolak, ada yang acuh tak acuh, ada yang malu-malu dan ada juga yang antusias dan meresponnya dengan penuh semangat. Dalam kajian ini kita akan membahas kelompok yang pertama, yaitu mereka yang menolak ruqyah syar’iyyah dan menyamaratakan dengan pengobatan ala pendekar tenaga dalam, dukun atau paranormal. Penolakan mereka diakibatkan sedikit referensi dan kurangnya pengetahuan, akhirnya melahirkan pemahaman dan praktik yang menyimpang.

Diantara opini Kyai M. Luthfi Ghozali yang harus diluruskan dalam bukunya “Ruqyah, Dampak dan bahayanya” [1] adalah pemahaman dia tentang ruqyah. Kyai M. Luthfi Ghozali ketika mendengar atau mengetahui bahwa ada praktik pengobatan dengan metode ruqyah yang lagi marak (ditayangkan di media elektronika, media massa atau ada banyaknya acara ruqyah massal di masjid-masjid atau berbagai tempat lainnya) dengan arogannya mengatakan ruqyah yang dilakukan semuanya salah. Kyai M. Luthfi Ghozali sama sekali tidak bisa membedakan apakah ruqyah yang dilakukan ruqyah syar’iyyah atau ruqyah syirkiyyah. Padahal tidak semua ruqyah itu Islami [2], begitu juga tidak semua praktik pengobatan yang Islamiyah. Karena ruqyah sendiri ada dua macam. Ada ruqyah syar’iyyah yaitu ruqyah yang sesuai dengan syari’at Islam dan ada juga ruqyah syirkiyyah yaitu ruqyah yang mengandung syirik dan diharamkan oleh Islam.

Karena opini dan pemahaman Kyai M. Luthfi Ghozali yang salah tentang hakikat ruqyah yang dijabarkan dalam bukunya “Ruqyah, Dampak dan bahayanya”. Kami khawatir akibat dari buku karangan Kyai M. Luthfi Ghozali, akan banyak orang Muslimin yang akan menjadi antipati dengan pengobatan ruqyah syar’iyyah dan malah akan terjerumus pada praktik pengobatan syirik yang berlabel ruqyah. Hingga ada yang dirugikan secara materi [3], ada yang dirugikan secara kehormatan [4], dan ada juga yang dirugikan dari segi ideology atau akidah [5].

Kami telah melihat adanya yayasan-yayasan supranatural, padepokan-padepokan, tarekat-tarekat sufi yang semula menjual ilmu-ilmu sihir [6], menjual jimat, susuk, benda-benda keramat ikut-ikutan menamakan terapi syiriknya dengan nama ruqyah juga. Selain ikut-ikutan tren terapi ruqyah yang semakin terkenal mereka juga mulai menyamarkan dirinya seolah-olah produk kesyirikan yang mereka jual disamakan dengan nama ruqyah syar’iyyah. Selain itu, mereka dengan segala kemampuan yang dimilikinya berusaha untuk menjegal da’wah tauhid yang dibawa para ustadz yang meruqyah syar’iyyah dengan memfitnah, mengadu domba bahkan membuat sebuah buku bantahan yang akan membantah terapi ruqyah syar’iyyah dan berusaha mengarahkan masyarakat agar kembali pada pengobatan ruqyah syirkiyyah yang dulu biasa mereka jalani. Sebab mereka sudah mulai risih dan gerah karena para ustadz yang melaksanakan terapi ruqyah syar’iyyah dengan da’wahnya yang dengan tegas dan keras mengatakan prosesi ilmu-ilmu sihir dan penjualan benda-benda keramat, prilaku syirik dan bid’ah yang dilakukan mereka (para paranormal, ahli tenaga dalam, dukun berkedok “kyai”) adalah suatu bentuk kesesatan.

Salah seorang   yang telah memproklamirkan dirinya sebagai penentang ruqyah adalah Kyai M. Luthfi Ghozali, beliau ini adalah seorang penganut tarekat sufi. Kyai M. Luthfi Ghozali sangat menentang ruqyah  yang memang sekarang lagi marak diberitakan dan dilaksanakan masyarakat banyak. Namun Kyai M. Luthfi Ghozali (dengan ruqyah sufinya) sama sekali tidak mempunyai bekal ilmu yang cukup untuk mengetahui ruqyah mana yang syar’i dan ruqyah mana yang syirik. Bahkan bukunya justru mengandung sangat banyak penyesatan akidah, penuh dengan tahayul, khurafat dan bid’ah bahkan menganjurkan seseorang untuk berbuat syirik kepada Allah SWT yang memang sudah menjadi ciri khas sebagaian besar penganut sufi.

Maka kami dengan kerendahan hati, mengharap ridho dan pertolongan Allah semata akan membantah talbis yang telah dilancarkan Kyai M. Luthfi Ghozali dalam bukunya ““Ruqyah, Dampak dan bahayanya”.


[1] Yang di terbitkan oleh penerbit Gunungjati Semarang bekerja sama dengan Pondok Pesantren As-Salafi Al-Fitrah Sumurrejo Gunungpati Semarang.

[2] Penulis dengan bangganya menjelaskan amalan ruqyah sufiyah dan merasa lebih keren menggunakan istilah ruqyah sufiyah dibanding dengan ruqyah syar’iyyah. Sebagaimana yang dikatakan Kyai M. Luthfi Ghozali (pada halaman 283-292) :“Ruqyah Sufiyyah” hanyalah sekedar nama saja, supaya kelihatan lebih kerenlah…..” Padahal sesungguhnya ruqyah sufiyyah fersi M. Lutfi Ghozali justru sangat banyak mengandung unsur kesyirikan yang akan kami bahas pada pembahasan selanjutnya.

[3] Dengan diberi syarat yang menguras kantong, seperti harus menyembelih kambing untuk transfer penyakit, harus membeli jimat yang harganya jutaan dan lain sebagainya.

[4] Ada banyak dukun cabul berkedok “Kyai” yang melecehkan kehormatan pasiennya.

[5] Sebab harus menggadaikan akidah tauhid dengan kesyirikan demi kesembuhan yang disyaratkan dukun atau paranormal.

[6] reiki, bioenergi, tenaga dalam, aji kesaktian, ilmu-ilmu hikmah, ilmu-ilmu ghoib

4 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum wr. wb. janganlah saling menghujat,,,, yang dihujat dan menghujat adalah sama… maaf jika saya salah….
    wassalam…

  2. Ada banyak dukun cabul berkedok “Kyai” yang melecehkan kehormatan pasiennya.

    hmmm…. gelar kyai (padahal dukun) buat memperdaya santrinya. Dikasih mantra-mantra, air putih.. disugesti akhirnya dicabuli….

  3. Ayat Qur’an yaa jangan dijadiin senjata dong, namanya Al-Qur’an ya dibaca

  4. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Hanya Allah…Yang Maha Benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: